PAMEKASAN || KLIKMADURA – Paguyuban Mitra MBG Kabupaten Pamekasan (PMMKP) menjalin kolaborasi strategis bersama lembaga riset Academic and Social Studies (ACCESS) untuk mengawal implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui rencana penelitian mendalam terkait gambaran tumbuh kembang anak sebelum dan sesudah pelaksanaan program MBG di Kabupaten Pamekasan.
Ketua PMMKP Mohammad Saedy Romli mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah penting guna memastikan keberlanjutan program MBG melalui validasi data yang akurat dan objektif.
Menurut dia, pihaknya ingin memastikan output program yang diharapkan pemerintah benar-benar terealisasi di lapangan.
“Sinergi antara paguyuban sebagai mitra pelaksana dengan tim peneliti independen seperti ACCESS ini sangat penting agar output dari program benar-benar dapat terukur dan terealisasi,” ujarnya.
Edy menjelaskan, penelitian tersebut direncanakan mengambil lokus di sejumlah posyandu penerima manfaat program MBG di Kabupaten Pamekasan.
Sasaran penelitian difokuskan pada anak usia satu hingga lima tahun yang berada pada masa emas pertumbuhan atau golden age.
Dalam pertemuan tersebut, tim ACCESS diwakili Mashud, S.S., M.A., Imam Ghazali, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Moh. Efendi, S.I.Kom., M.A.
Kolaborasi itu juga mendapat dukungan dari anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd. Rasyid Fansori sebagai bentuk penguatan fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik.
“Melalui kolaborasi ini diharapkan hasil penelitian nantinya dapat menjadi rujukan ilmiah bagi Pemkab Pamekasan dalam menentukan arah kebijakan kesehatan dan gizi anak di masa mendatang,” terang Edy.
Rencana riset kolaboratif tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Pemkab Pamekasan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).
Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifudin mengapresiasi sekaligus mendukung penuh inisiatif tersebut. Menurutnya, penelitian itu sangat relevan dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat secara komprehensif.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Dinkes Pamekasan juga siap memfasilitasi tim peneliti dalam mengakses data kesehatan yang dibutuhkan guna menunjang proses analisis.
“Kami mendukung penuh riset kolaboratif ini dan siap memfasilitasi data-data kesehatan yang dibutuhkan untuk kelancaran analisis tumbuh kembang anak usia satu hingga lima tahun yang menjadi sasaran utama penelitian,” tandasnya. (enk/nda)













