PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten Pamekasan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menggelar upacara di halaman kantor Pemkab, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan arah kebijakan pendidikan ke depan.
Bupati Pamekasan KH. Khalilurrahman menekankan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Gerbang Salam. Menurutnya, ada tiga fokus utama yang menjadi prioritas tahun ini.
Pertama, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Kedua, penguatan kurikulum berbasis kearifan lokal, termasuk peningkatan kemahiran berbahasa Madura.
Ketiga, penempatan guru sesuai kompetensi, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Fokus kami jelas. Tiga hal itu akan menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Kiai Kholil.
Tak hanya itu, Pemkab Pamekasan juga menggagas program sekolah rakyat sebagai upaya pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Saat ini, program tersebut masih dalam tahap penentuan lokasi pembangunan.
Dua kecamatan yang menjadi opsi adalah Pakong dan Waru.
Keduanya dinilai strategis karena berada di wilayah tengah serta memiliki kebutuhan peningkatan akses pendidikan yang cukup tinggi.
“Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” imbuh mantan anggota DPR RI tersebut.
Selain menyasar usia sekolah, Pemkab juga mulai merancang program pembelajaran bagi kalangan lanjut usia (lansia) yang masih buta aksara.
Langkah ini diproyeksikan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan Basri Yulianto menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut. Ia menyebut, tren prestasi pelajar Pamekasan saat ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
Menurutnya, capaian tersebut harus terus dijaga dan ditingkatkan, baik di level regional, nasional, hingga internasional. Ia juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara keluarga dan tenaga pendidik.
“Prestasi siswa tidak lepas dari peran keluarga sebagai fondasi awal, yang kemudian diperkuat oleh guru di sekolah,” tandasnya. (enk/nda)













