Genap Dua Bulan, Kapal Tongkang Bermuatan Batu Bara Dibiarkan Terdampar di Perairan Sampang

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal tongkang RMN 3340 mengangkut batu bara berada di perairan Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang usai kandar dihantam cuaca ekstrem pada Januari lalu. (PRENGKI WIRANANDA / KLIKMADURA)

Kapal tongkang RMN 3340 mengangkut batu bara berada di perairan Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang usai kandar dihantam cuaca ekstrem pada Januari lalu. (PRENGKI WIRANANDA / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA –  Kapal tongkang bermuatan batu bara terdampar di Perairan Sampang, tepatnya di Dusun Bundan, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang sejak Senin, 26 Januari 2026 lalu. Sampai sekarang, kapal berukuran jumbo itu masih berada di perairan tersebut.

Informasi yang diterima Klik Madura, kapal tongkang berwarna hitam dengan nomor RMN 3340 itu awalnya ditarik oleh Tugboat Indo Power 12 tujuan Cirebon – Samarinda. Namun, sesampainya di tengah laut, terjadi cuaca ekstrem sehingga terbawa arus hingga perairan Madura.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 10 anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi dengan selamat.

Baca juga :  Belum Genap Satu Tahun, 50 PMI Ilegal Asal Sampang Dideportasi

Yanto, 55, warga setempat mengatakan, kandasnya kapal tersebut sempat membuat geger masyarakat. Warga berbondong-bondong menyaksikan langsung keberadaan kapal berukuran besar tersebut.

Bahkan, tidak hanya warga setempat, warga dari berbagai daerah juga ikut melihat langsung kapal milik PT. Prima Lestari Segara Abadi itu. Sampai saat sekarang, masih banyak warga yang berkunjung mengabadikan kapal itu.

”Bukan hanya dari Ketapang, dari daerah lain banyak yang datang melihat kapal yang kandas itu. Bahkan, ada dari luar kabupaten seperti Bangkalan dan Pamekasan,” katanya.

Menurut Yanto, kapal tongkang itu akan segera dievakuasi. Kabarnya, akan menggunakan metode balon apung. Di lokasi, sudah ada beberapa balon apung yang dipasang di bagian depan kapal.

Baca juga :  PKS Sampang Tancap Gas Konsolidasi hingga Desa, Targetkan Mesin Partai Makin Solid dan Dekat dengan Masyarakat

Sebelumnya, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Telaga Biru, Edi Kiswanto mengatakan, pihaknya secara intens berkoordinasi dengan PT. Prima Lestari Segara Abadi selaku pemilik kapal.

Informasinya, dalam waktu dekat kapal tongkang bermuatan batu bara tersebut akan segera dievakuasi. Kapal tersebut dibiarkan kandas di perairan Sampang karena cuaca belum memungkinkan dan menunggu air pasang. (nda)

Berita Terkait

Satlantas Sampang Ingatkan Risiko ETLE dan Pajak, Kendaraan Bekas Harus Segera Balik Nama
Forkopimda Sampang Sidak SPBU Pliyang, Stok BBM Subsidi Diklaim Aman
Petani Garam Sampang Bergantung pada Segelintir Gudang, Pembeli Alternatif Dibutuhkan
Dalami Dugaan Skandal Perselingkuhan Kapus Robatal, Polisi Bakal Panggil Ulang Istri Dokter Benny
Usai Keluar dari SPBU, Mobil Xenia Terbakar dan Tabrak Tiang di Sampang, Dua Orang Terluka
Kejar Tender LPJU, Dishub Sampang Pangkas Waktu Pengerjaan Jadi 45 Hari
Soal Dugaan Tambang Ilegal di Desa Temoran, Kanit Reskrim Polsek Omben: Saya Tahu, Tapi Silahkan Tanya Polres!
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Ditemukan Meninggal di Pantai Camplong Sampang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Satlantas Sampang Ingatkan Risiko ETLE dan Pajak, Kendaraan Bekas Harus Segera Balik Nama

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:12 WIB

Forkopimda Sampang Sidak SPBU Pliyang, Stok BBM Subsidi Diklaim Aman

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Petani Garam Sampang Bergantung pada Segelintir Gudang, Pembeli Alternatif Dibutuhkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:02 WIB

Dalami Dugaan Skandal Perselingkuhan Kapus Robatal, Polisi Bakal Panggil Ulang Istri Dokter Benny

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Usai Keluar dari SPBU, Mobil Xenia Terbakar dan Tabrak Tiang di Sampang, Dua Orang Terluka

Berita Terbaru

Pengendara melintas di area penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kabupaten, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Senin (19/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Pamekasan

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 10:43 WIB