PAMEKASAN || KLIKMADURA – Tak dapat dimungkiri, saat ini sebagian besar anak telah akrab dengan berbagai jenis gadget seperti telepon pintar, tablet, maupun televisi.
Namun, paparan berlebihan terhadap perangkat tersebut ternyata dapat berdampak buruk, salah satunya menjadi penyebab keterlambatan bicara.
Dokter Spesialis Anak RSUD SMART Pamekasan, dr. Novel Widya Saputra, mengungkapkan bahwa kebiasaan memberikan gadget terlalu sering kepada anak dapat menjadi salah satu pemicu gangguan perkembangan bicara. Hal ini disebabkan oleh minimnya interaksi anak dengan orang tua maupun teman sebaya.
“Jadi kemampuan intelektualnya itu bisa berkurang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah memberikan rekomendasi terkait durasi screen time berdasarkan usia anak. Untuk anak di bawah 1 tahun, tidak diperbolehkan screen time sama sekali.
Sementara, untuk usia 1–2 tahun hanya diperbolehkan melakukan video call dengan keluarga dan tidak diperkenankan menonton konten seperti TikTok atau YouTube.
Untuk anak usia 2–5 tahun, penggunaan gadget dibatasi maksimal satu jam per hari, dengan konten yang harus disesuaikan dengan umur. Sedangkan usia 7–10 tahun, screen time diperbolehkan 1,5 jam per hari.
Dengan adanya aturan tersebut, orang tua diharapkan dapat memahami batasan penggunaan gadget pada anak. Selain memengaruhi kemampuan bicara, paparan berlebih juga dapat berdampak pada aspek perkembangan lainnya.
dr. Novel menegaskan bahwa berbagai permasalahan tumbuh kembang anak dapat dikonsultasikan langsung kepada dokter spesialis anak, tidak hanya terkait kondisi fisik.
“Semua bisa dikonsultasikan ke dokter spesialis anak, seperti lambat bicara, belum bisa berjalan, berat badan, dan sebagainya. Tidak perlu takut atau ragu,” pungkasnya. (enk/nda)
Jika ingin dibuatkan versi headline yang lebih menarik atau ditata ulang untuk kebutuhan publikasi, tinggal beri tahu saja!














