PAMEKASAN || KLIKMADURA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggelar audiensi sekaligus kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Senin (26/1/2026).
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi kelembagaan antara SKK Migas dan pemerintah daerah.
Dalam pertemuan tersebut, mencuat rencana PT Medco Energi untuk mengembangkan Lapangan Gas Paus Biru. Pengembangan ini ditujukan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi gas bumi.
Khususnya, dengan memaksimalkan potensi wilayah pantai selatan Pamekasan yang dinilai strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Febrian Ihsan menyampaikan, pengembangan Lapangan Gas Paus Biru ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun depan.
“Realisasi pengembangan Lapangan Gas Paus Biru juga bergantung pada perpanjangan kontrak kerja sama Medco. Yang jelas, kami berupaya merangkul Pemkab Pamekasan agar dapat mendukung kegiatan ini. Dari pihak Medco juga sudah menyampaikan kesiapan untuk mendorong dan membantu masyarakat Pamekasan,” ujarnya.
Febrian menegaskan, hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut. Meski demikian, koordinasi awal dianggap penting sebagai bagian dari persiapan jangka panjang.
“Pengembangan ini masih berproses. Setidaknya, sejak awal Pemkab Pamekasan sudah mengetahui bahwa ke depan akan ada rencana kegiatan migas di wilayahnya,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Taufikurrachman, menyatakan bahwa Pemkab Pamekasan pada prinsipnya mendukung program-program yang berkaitan dengan komoditas strategis nasional, termasuk sektor gas bumi.
“Setiap tahun memang SKK Migas Sampang dan Pemkab Pamekasan rutin bersilaturahmi untuk mengupdate perkembangan kegiatan di lapangan,” katanya.
Pemkab Pamekasan berharap, pengembangan sektor migas dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus terlibat aktif dan merasakan langsung dampaknya, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta kearifan lokal,” tandasnya. (Ibl/nda)














