SAMPANG || KLIKMADURA – Kapal tongkang bermuatan batu bara terdampar di Perairan Sampang, tepatnya di Dusun Bundan, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang sejak Senin, 26 Januari 2026 lalu. Sampai sekarang, kapal berukuran jumbo itu masih berada di perairan tersebut.
Informasi yang diterima Klik Madura, kapal tongkang berwarna hitam dengan nomor RMN 3340 itu awalnya ditarik oleh Tugboat Indo Power 12 tujuan Cirebon – Samarinda. Namun, sesampainya di tengah laut, terjadi cuaca ekstrem sehingga terbawa arus hingga perairan Madura.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebanyak 10 anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi dengan selamat.
Yanto, 55, warga setempat mengatakan, kandasnya kapal tersebut sempat membuat geger masyarakat. Warga berbondong-bondong menyaksikan langsung keberadaan kapal berukuran besar tersebut.
Bahkan, tidak hanya warga setempat, warga dari berbagai daerah juga ikut melihat langsung kapal milik PT. Prima Lestari Segara Abadi itu. Sampai saat sekarang, masih banyak warga yang berkunjung mengabadikan kapal itu.
”Bukan hanya dari Ketapang, dari daerah lain banyak yang datang melihat kapal yang kandas itu. Bahkan, ada dari luar kabupaten seperti Bangkalan dan Pamekasan,” katanya.
Menurut Yanto, kapal tongkang itu akan segera dievakuasi. Kabarnya, akan menggunakan metode balon apung. Di lokasi, sudah ada beberapa balon apung yang dipasang di bagian depan kapal.
Sebelumnya, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Telaga Biru, Edi Kiswanto mengatakan, pihaknya secara intens berkoordinasi dengan PT. Prima Lestari Segara Abadi selaku pemilik kapal.
Informasinya, dalam waktu dekat kapal tongkang bermuatan batu bara tersebut akan segera dievakuasi. Kapal tersebut dibiarkan kandas di perairan Sampang karena cuaca belum memungkinkan dan menunggu air pasang. (nda)














