Dapur Milik Pasutri Lansia di Sampang Ludes Terbakar, Korban Berharap Uluran Tangan Pemerintah

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah milik pasutri asal Sampang setelah dilalap si jago merah. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Kondisi rumah milik pasutri asal Sampang setelah dilalap si jago merah. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Musibah kebakaran yang melanda rumah pasangan lanjut usia di Kabupaten Sampang menyisakan duka mendalam. Dapur rumah milik Riyati dan Bahri yang sama-sama berusia sekitar 80 tahun ludes dilalap api, membuat keduanya kini kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari dan berharap mendapat bantuan dari pemerintah.

Kebakaran tersebut menghanguskan bagian dapur yang selama ini menjadi pusat aktivitas rumah tangga pasangan lansia itu. Meski api telah padam, dampak yang ditinggalkan masih mereka rasakan hingga sekarang.

Dengan kondisi fisik yang sudah tidak lagi kuat, Riyati dan Bahri mengaku tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan rumah secara mandiri. Keduanya kini harus menjalani hari-hari dengan berbagai keterbatasan.

Baca juga :  Pilkada Sampang, Paslon Mandat dan Jimad Sakteh Nyatakan Tolak Kampanye Berbau SARA, Politik Uang dan Berita Hoaks

“Kami betul-betul kesulitan sejak kejadian ini,” ujar Riyati.

Kerusakan pada dapur tidak hanya menghilangkan sebagian bangunan rumah, tetapi juga mengganggu kebutuhan dasar sehari-hari. Aktivitas memasak dan memenuhi kebutuhan rumah tangga menjadi jauh lebih sulit dibanding sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, pasangan lansia itu hanya bisa berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial.

“Kami berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah,” kata Bahri.

Bagi Riyati dan Bahri, bantuan perbaikan rumah menjadi kebutuhan paling mendesak agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak. Usia yang telah menginjak sekitar 80 tahun membuat keduanya tidak mungkin lagi mengandalkan tenaga sendiri untuk memulihkan kondisi rumah yang rusak.

Baca juga :  Asal-usul Pupuk Bersubsidi 9,6 Ton yang Hendak Diselundupkan Sulit Diungkap

Musibah ini menjadi pengingat bahwa penderitaan korban tidak berhenti ketika kobaran api berhasil dipadamkan. Setelah kebakaran berlalu, masih ada beban besar yang harus dihadapi, mulai dari memperbaiki tempat tinggal hingga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hingga kini, Riyati dan Bahri tetap menaruh harapan agar bantuan segera datang sehingga mereka dapat kembali memiliki dapur dan tempat tinggal yang aman untuk menjalani sisa usia dengan lebih tenang. (ali/nda)

Berita Terkait

Dorong Efektivitas Penyaluran Bansos, Kades Taman Sareh Dukung Penerapan Face Recognition
Investor China dan UEA Masuk Madura, Pemkab dan DPRD Sampang Soroti Kesiapan Daerah
HMI Sampang Datangi DPMD, Adukan Sejumlah Pj Kades Jarang Ngantor
Diduga Akibat Patah Hati, Pemuda Sampang Gantung Diri di Kamar Mandi
Lansia Pikun Ditemukan Tak Bernyawa di Persawahan Jrengik Sampang setelah Empat Hari Hilang
Selamat dari Tragedi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Warga Banyuates Disambut Tangis Keluarga
Live TikTok Bongkar Jejak Pria yang Diduga Gelapkan Motor di Kecamatan Banyuates
Dinas Perpustakaan Sampang Gelar Workshop Naskah Kuno, 50 Peserta Telusuri Jejak Sejarah

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:46 WIB

Dorong Efektivitas Penyaluran Bansos, Kades Taman Sareh Dukung Penerapan Face Recognition

Jumat, 18 September 2026 - 10:44 WIB

Investor China dan UEA Masuk Madura, Pemkab dan DPRD Sampang Soroti Kesiapan Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 04:43 WIB

HMI Sampang Datangi DPMD, Adukan Sejumlah Pj Kades Jarang Ngantor

Jumat, 18 September 2026 - 04:29 WIB

Diduga Akibat Patah Hati, Pemuda Sampang Gantung Diri di Kamar Mandi

Kamis, 17 September 2026 - 10:45 WIB

Lansia Pikun Ditemukan Tak Bernyawa di Persawahan Jrengik Sampang setelah Empat Hari Hilang

Berita Terbaru

Opini

Imajinasi Pemekaran Kabupaten Kepulauan Kangean

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:55 WIB