SAMPANG || KLIKMADURA – Musibah kebakaran yang melanda rumah pasangan lanjut usia di Kabupaten Sampang menyisakan duka mendalam. Dapur rumah milik Riyati dan Bahri yang sama-sama berusia sekitar 80 tahun ludes dilalap api, membuat keduanya kini kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari dan berharap mendapat bantuan dari pemerintah.
Kebakaran tersebut menghanguskan bagian dapur yang selama ini menjadi pusat aktivitas rumah tangga pasangan lansia itu. Meski api telah padam, dampak yang ditinggalkan masih mereka rasakan hingga sekarang.
Dengan kondisi fisik yang sudah tidak lagi kuat, Riyati dan Bahri mengaku tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan rumah secara mandiri. Keduanya kini harus menjalani hari-hari dengan berbagai keterbatasan.
“Kami betul-betul kesulitan sejak kejadian ini,” ujar Riyati.
Kerusakan pada dapur tidak hanya menghilangkan sebagian bangunan rumah, tetapi juga mengganggu kebutuhan dasar sehari-hari. Aktivitas memasak dan memenuhi kebutuhan rumah tangga menjadi jauh lebih sulit dibanding sebelumnya.
Di tengah kondisi tersebut, pasangan lansia itu hanya bisa berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial.
“Kami berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah,” kata Bahri.
Bagi Riyati dan Bahri, bantuan perbaikan rumah menjadi kebutuhan paling mendesak agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak. Usia yang telah menginjak sekitar 80 tahun membuat keduanya tidak mungkin lagi mengandalkan tenaga sendiri untuk memulihkan kondisi rumah yang rusak.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa penderitaan korban tidak berhenti ketika kobaran api berhasil dipadamkan. Setelah kebakaran berlalu, masih ada beban besar yang harus dihadapi, mulai dari memperbaiki tempat tinggal hingga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Hingga kini, Riyati dan Bahri tetap menaruh harapan agar bantuan segera datang sehingga mereka dapat kembali memiliki dapur dan tempat tinggal yang aman untuk menjalani sisa usia dengan lebih tenang. (ali/nda)













