UPT Puskesmas Pademawu Lakukan Penyelidikan Epidemiologi Suspek Campak

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan UPT Puskesmas Pademawu melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap satu pasien suspek campak. (ISTIMEWA)

Petugas kesehatan UPT Puskesmas Pademawu melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap satu pasien suspek campak. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – UPT Puskesmas Pademawu melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap satu pasien suspek campak.

Tujuannya, sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama PJ Surveilans Puskesmas Galis serta perawat Desa Konang, Selasa (6/1/2026).

Penyelidikan epidemiologi ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, menelusuri sumber penularan agar dapat segera diputus, serta membantu masyarakat memahami gejala klinis, perjalanan alamiah penyakit, dan hubungan antara dinamika penduduk dengan penyakit.

Kepala UPT Puskesmas Pademawu, dr. Jeni Novita Anggraini menyampaikan bahwa penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk mengetahui secara rinci riwayat kesehatan pasien dan potensi penularan di lingkungan sekitar.

Baca juga :  82 Warga Pemekasan Terjangkit HIV/AIDS, Penularan Diduga Akibat Hubungan Sesama Jenis

“Penyelidikan dimulai dari penelusuran awal sakit dan gejala yang dialami pasien, riwayat perjalanan selama satu bulan sebelum sakit, hingga riwayat imunisasi sejak bayi,” katanya.

dr. Jeni mengatakan bahwa petugas juga mengidentifikasi kontak serumah pasien guna mengetahui kemungkinan penularan lebih lanjut. Pasien mendapatkan terapi berupa pemberian vitamin A serta dibekali obat untuk dikonsumsi di rumah selama masa pengobatan.

“Pasien telah diperbolehkan pulang dengan catatan tetap mengonsumsi obat secara rutin dan mematuhi anjuran medis yang diberikan oleh petugas kesehatan,” ujarnya.

Para tim petugas juga memberikan edukasi kepada keluarga agar pasien tetap menjaga asupan makan dan minum, serta melakukan isolasi mandiri di rumah. Anjuran isolasi ini diberikan mengingat pasien masih bersekolah dan berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.

Baca juga :  Polres Pamekasan Amankan Pembuat Video Mesum Pelajar SMP, Pemeran Dipastikan Masih di Bawah Umur

“Pasien juga kami anjurkan untuk membatasi kontak dengan anggota keluarga lain, terutama bayi dan balita, sebagai upaya memutus rantai penularan,” ucapnya.

dr. Jeni juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien atas pelayanan yang sempat terkendala.

Hal itu disebabkan kondisi Unit Gawat Darurat (UGD) rawat inap yang penuh saat pasien datang berobat pada hari Minggu.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien karena pada saat itu kapasitas UGD rawat inap penuh,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Berita Terbaru