Sekolah Negeri dan Swasta di Pamekasan Mayoritas Terapkan Kurikulum Merdeka

- Jurnalis

Kamis, 26 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta BTS foto bersama kru Klik Madura di SMPN 1 Pamekasan, Rabu (19/2/2025).

Peserta BTS foto bersama kru Klik Madura di SMPN 1 Pamekasan, Rabu (19/2/2025).

PAMEKASAN, KLIKMADURA – Mayoritas sekolah negeri maupun swasta di Pamekasan menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kurikulum tersebut diterapkan di sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama (SMP).

IKM menggunakan metode project listening, sehingga sangat dinikmati guru maupun peserta didik. Sebab, metode pembelajaran penuh dengan inovasi dan kreatifitas.

Kurikulum merdeka secara regulasi penerapannya sama antara SD, SMP, dan SMA. Perinciannya, SD diterapkan pada kelas 1 dan kelas 4, SMP di kelas 7 dan SMA pada kelas 10.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdikbud Pamekasan Ridwan menjelaskan, dari implementasi kurikulum merdeka terdapat anggapan yang keliru di masyarakat. Yakni, terkait penghapusan beberapa mata pelajaran.

Baca juga :  Aksi Pria Bobol Kotak Amal Masjid di Pamekasan Terekam CCTV

“Sebenarnya bukan menghilangkan, tapi disatukan, seperti contoh dulu ada IPA dan IPS, nah sekarang digabung menjadi IPAS dan itu berlaku untuk SD dan SMP,” ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan guru terhadap siswa pada IKM ini tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Pendekatan guru ada dua. Ada kalanya guru sebagai pusat belajar dan ada kalanya siswa sebagai pusat belajar.

“Jadi, dalam IKM ini bagaimana mengeksplorasi kemampuan siswa sehingga menjadi pusat belajar paling sering dipraktekkan,” jelasnya.

Dalam IKM, peran guru bukan hanya penyampai informasi, namun juga memberikan inovasi dan kreatifitas untuk perkembangan siswa dalam menerapkan merdeka belajar.

Baca juga :  Kadisdikbud Pamekasan Ajak Seluruh Siswa SD Ikuti Ajang SIGMA Plus Competition 2024

“Serta bagaimana agar anak didik dapat mencari secara mandiri informasi atau ketika mendapatkan informasi dari guru, maka anak didik tersebut bisa mengembangkan kemampuan-kemampuannya sesuai dengan skill masing-masing anak,” pungkasnya.

Ridwan menambahkan, setiap perubahan kurikulum akan menuai pro dan kontra, meskipun demikian hingga saat ini guru dan siswa menikmati perubahan kurikulum merdeka belajar.

“Sebab kurikulum merdeka ini suatu bentuk inovasi, dimana anak didik tidak hanya mendapatkan informasi tapi bisa mengembangkan ide-ide dari pikiran masing-masing, sehingga peran guru hanya menstimulasi dan memberikan inspirasi,”ucapnya. (zhrh/diend)

Baca juga :  Berebut Sertifikasi Profesi, Ribuan Guru di Pamekasan Ikut PPG

Berita Terkait

Anggaran DBHCHT Menyusut, Dinas PUPR Pamekasan Hanya Bangun Dua Paket Jalan
BK DPRD Pamekasan Dalami Dugaan Tindak Asusila dan Pesta Miras 
Dugaan Asusila dan Pesta Miras Oknum DPRD Pamekasan Diadukan ke BK
Usai Dilantik, KONI Pamekasan Fokus Perbaikan Sarpras Cabor
PT. Pegadaian Syariah Madura Tingkatkan Sinergitas dan Kolaborasi Bersama Disdikbud Pamekasan 
Konsisten Jalankan Program Jumat Berkah, RSIA Puri Bunda Madura Bagikan Nasi Kotak kepada Abang Becak
Target PAD 2026 Rp360 Miliar, DPRD Pamekasan Dorong OPD Kerja Maksimal
Pengurus KONI Pamekasan Periode 2025-2029 Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Sistem Pembinaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 03:38 WIB

Anggaran DBHCHT Menyusut, Dinas PUPR Pamekasan Hanya Bangun Dua Paket Jalan

Minggu, 11 Januari 2026 - 06:32 WIB

BK DPRD Pamekasan Dalami Dugaan Tindak Asusila dan Pesta Miras 

Sabtu, 10 Januari 2026 - 04:36 WIB

Dugaan Asusila dan Pesta Miras Oknum DPRD Pamekasan Diadukan ke BK

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:29 WIB

Usai Dilantik, KONI Pamekasan Fokus Perbaikan Sarpras Cabor

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:35 WIB

PT. Pegadaian Syariah Madura Tingkatkan Sinergitas dan Kolaborasi Bersama Disdikbud Pamekasan 

Berita Terbaru

Catatan Pena

Saat Si Moncong Putih Berkata Tidak!

Senin, 12 Jan 2026 - 03:24 WIB