SDN Tamberu 2 Kembali Disegel, 111 Siswa Terpaksa Belajar di Tenda BPBD Pamekasan

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi SDN Tamberu 2 saat disegel oleh Rasyidi yang mengaku sebagai ahli waris tanah yang ditempati sekolah tersebut. (DOK. KLIKMADURA)

Kondisi SDN Tamberu 2 saat disegel oleh Rasyidi yang mengaku sebagai ahli waris tanah yang ditempati sekolah tersebut. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus sengketa lahan antara ahli waris dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kembali memanas.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamberu 2 di Kecamatan Batumarmar, untuk kesekian kalinya disegel oleh Ach. Rasyidi yang mengaku sebagai ahli waris lahan, Minggu (19/10/2025). Akibatnya, sebanyak 111 siswa akan mengikuti kegiatan pembelajaran di tenda milik BPBD Pamekasan.

Penyegelan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada Juni 2024, penyegelan hanya dilakukan pada ruang kantor. Namun, karena tak kunjung ada kejelasan dari pemerintah, Rasyidi akhirnya menutup seluruh area sekolah.

Baca juga :  Massa Kepung Kantor Bea Cukai Madura, Desak Berantas Rokok Ilegal

“Penyegelan ini bentuk protes kami. Tanah yang ditempati sekolah adalah milik keluarga, dan selama enam bulan kami menunggu niat baik pemerintah,” tegas Rasyidi saat ditemui di lokasi penyegelan.

Menurutnya, persoalan ini bermula ketika Pemkab Pamekasan di bawah kepemimpinan Pj Bupati Masrukin berjanji akan mengurus sertifikat tanah sebagai pengganti letter C.

Namun, proses tersebut tersendat lantaran pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) meminta surat pernyataan tidak keberatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan.

“Prosesnya justru dipersulit. Bahkan empat bulan lalu pemerintah baru mau menandatangani surat itu kalau ada penetapan pengadilan. Artinya, kami disuruh menggugat. Tapi kami tidak ingin menggugat siapa pun,” ujarnya.

Baca juga :  Malam Tahun Baru, Kapolres Dani Ingatkan Soal Persebaran Covid-19 Varian Baru

Rasyidi menegaskan, penyegelan akan tetap berlangsung hingga ada solusi konkret dari Pemkab Pamekasan. Akibatnya, 111 siswa dan 11 tenaga pendidik SDN Tamberu 2 kini harus belajar di tempat darurat.

“Iya, kami juga tidak tega melihat anak-anak harus belajar di luar sekolah, tapi mau bagaimana lagi,” tambahnya lirih.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Pamekasan, Mohammad Alwi, membenarkan adanya penyegelan tersebut. Ia menyebut pihaknya telah menggelar rapat dengan para guru dan wali murid untuk mencari solusi sementara.

“Mulai besok (21/10/2025), kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di tenda bantuan BPBD Pamekasan. Untuk langkah selanjutnya, kami masih menunggu arahan dari Bupati,” pungkasnya. (enk/nda)

Baca juga :  Tiga Laporan Ditolak, DPD PAN Pamekasan Sepakat Laporkan Bawaslu ke DKPP

Berita Terkait

Nahkodai Partai Hanura Pamekasan, Ach. Suhairi Siap Kawal Arah Politik Daerah
Bupati Kholilurrahman Rencanakan Relokasi Belasan Rumah Warga Desa Sana Daja Korban Bencana
Sambangi Pemkab Pamekasan, SKK Migas Bicarakan Eksploitasi Blok Migas Paus Biru
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Smart Sebut Perempuan Lebih Rentan Mengidap Penyakit Asam Lambung
Setahun, Biaya Listrik Pasar Kolpajung Pamekasan Tembus Rp 300 Juta
GKFT 2026 Jadi Momentum Pembinaan Futsal Usia Dini, Afkab Pamekasan Dorong Jadi Agenda Tahunan
PLN ULP Pamekasan Klarifikasi Video Viral, Tegaskan Pelayanan Sesuai Prosedur
Azana Hotel Geser Fokus ke Experience dan Premium Stay, Bidik Segmen Villa, Resort, hingga Luxury

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 15:17 WIB

Nahkodai Partai Hanura Pamekasan, Ach. Suhairi Siap Kawal Arah Politik Daerah

Senin, 26 Januari 2026 - 12:50 WIB

Bupati Kholilurrahman Rencanakan Relokasi Belasan Rumah Warga Desa Sana Daja Korban Bencana

Senin, 26 Januari 2026 - 12:45 WIB

Sambangi Pemkab Pamekasan, SKK Migas Bicarakan Eksploitasi Blok Migas Paus Biru

Senin, 26 Januari 2026 - 07:50 WIB

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Smart Sebut Perempuan Lebih Rentan Mengidap Penyakit Asam Lambung

Senin, 26 Januari 2026 - 06:17 WIB

Setahun, Biaya Listrik Pasar Kolpajung Pamekasan Tembus Rp 300 Juta

Berita Terbaru