PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bencana longsor yang terjadi di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, berdampak serius terhadap aktivitas pendidikan.
Puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan terpaksa menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk bisa sampai ke sekolah.
Kepala Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Agus Salim, mengatakan bahwa akses jalan utama menuju sekolah lumpuh akibat longsor.
Akibatnya, para siswa harus melewati jalan setapak dan area persawahan milik warga dengan jarak tempuh sekitar 6 kilometer.
“Kalau dari semua jenjang ada, tapi khusus di Dusun Paseset Timur hanya ada lima siswa. Mereka bersekolah di MI Miftahul Ulum 2 Sorren,” ujarnya.
Agus menjelaskan, para siswa tersebut harus diantar oleh wali murid karena kondisi jalur yang dilalui cukup berisiko. Selain memikirkan keselamatan anak-anak, warga juga dihadapkan pada kekhawatiran terhadap kondisi rumah yang terdampak longsor dan pergerakan tanah.
Kondisi yang lebih parah terjadi di Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja. Akses jalan antar dusun menuju sekolah dilaporkan lumpuh total akibat longsoran tanah.
Kepala Dusun Laok Gunung, Aziz, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang terdampak.
Di antaranya, tiga siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pamekasan, satu siswa tingkat MTs, sembilan siswa MI Al-Inaroh, serta sekitar 15 siswa tingkat sekolah dasar.
“Longsor terjadi sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Tebing yang longsor panjangnya kurang lebih 30 meter,” jelasnya.
Aziz menambahkan, sejumlah pihak telah turun tangan melakukan penanganan awal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek, Tagana, Babinsa, serta perangkat desa melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak.
“Alhamdulillah semua pihak cepat merespons. Semoga kondisi segera membaik dan akses bisa kembali normal,” pungkasnya. (enk/nda)














