PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pernyataan anggota DPR RI Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi, yang menyebut ulama dan pesantren di Madura terlibat narkotika, memantik kemarahan keras kalangan kiai. Tuduhan itu dinilai bukan hanya menyesatkan, tetapi juga mencoreng marwah pesantren di Pulau Garam.
Reaksi keras salah satunya datang dari Pengasuh Ponpes Nurul Falah Batubintang, Batumarmar, KH. Mudarris Abdul Wahab. Ia mengecam keras pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Kiai Mudarris menyampaikan, pernyataan itu sangat merugikan lembaga pondok pesantren di Madura yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan moral dan keagamaan.
“Pernyataan itu menyesatkan dan merusak citra kiai serta ulama di Madura. Ini jelas mengundang stigma negatif, bukan hanya kepada pesantren, tetapi juga terhadap Pulau Madura yang dikenal dengan ribuan pesantrennya,” tegasnya.
Ulama yang dikenal sebagai macan podium itu menuntut agar pernyataan yang dilontarkan Aboe Bakar Al-Habsyi segera dicabut. Ia juga mendesak adanya permohonan maaf secara terbuka dari yang bersangkutan.
Menurutnya, sebagai pejabat publik, seharusnya setiap pernyataan yang disampaikan menjadi contoh baik bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kegaduhan.
“Seharusnya berhati-hati dalam berbicara. Ini anggota parlemen, bukan orang biasa. Jangan seenaknya melontarkan pernyataan yang menyakiti banyak pihak,” imbuhnya.
Kiai Mudarris juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berpendapat di ruang publik. Apalagi, pernyataan tersebut telah viral dan memicu reaksi luas dari masyarakat serta kalangan ulama di Madura.
“Dalam menyampaikan pendapat harus disaring betul. Jangan sampai melukai pihak lain. Karena lisan itu lebih tajam daripada pedang,” pungkasnya. (enk/nda)
















