Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi GBP 2022, Aktivis Datangi Mapolres Pamekasan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 10 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Musyawarah Rakyat Pemerhati Kebijakan Publik (MRPKP) mendatangi Mapolres Pamekasan, Senin (10/6/2024).

Mereka mempertanyakan penanganan kasus dugaan korupsi Gebyar Batik Pamekasan (GBP) tahun anggaran 2022 yang masih mandek sampai saat sekarang.

Koordinator MRPKP Mohammad Humaidi menyayangakan atas lambannya penanganan kasus dugaan korupsi GBP 2022. Pahadal, hasil audit dari Inspektorat sudah keluar.

“Penanganan kasus korupsi gebyar batik sudah sangat lama. Kenapa sampai saat ini masih belum ada tersangka? apa penyebabnya dan apa yang menjadi kendala yang dialami Polres Pamekasan?,” katanya.

Baca juga :  Polres Pamekasan Tangkap 4 Warga Saat Pesta Sabu di Tamberu

Humaidi menyebut, pada tanggal 20 Mei 2024 Polres Pamekasan sudah mengantongi hasil audit dari Inspektorat, namun sampai saat ini belum membuahkan hasil apapun. Bahkan, masih berkutat di pendalaman.

“Dari hasil audit yang diberikan Inspektorat kepada polres sudah sejauh mana progresnya, kemudian adakah tindakan yang dianggap melawan hukum dari pihak saksi yang sudah diperiksa, itu yang kami pertanyakan,” terangnya.

Humaidi berjanji akan mengawal penuh kasus dugaan korupsi tersebut. Bahkan, dia akan rutin mendatangi Polres Pamekasan untuk mempertanyakan progres penanganan kasus tersebut.

Mantan aktivis mahasiswa itu meminta Polres Pamekasan profesional dalam menangani kasus tersebut. Sebab, kasus yang bergulir sejak beberapa tahun lalu itu sudah menjadi perhatian publik.

Baca juga :  Aktivis Ingatkan Bupati Pamekasan Hindari Praktik Jual Beli Jabatan

Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap hasil audit Inspektorat. Sebab, dokumen tersebut baru bulan lalu.

“Dari hasil audit Inspektorat, kami lakukan pendalaman dan tetap kami tindaklanjuti, semua ada tahapannya, tahapan ini masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.

AKP Doni menyebut, meski Polres Pamekasan sudah menerima hasil audit dari Inspektorat, tapi tidak menutup kemungkinan akan melakukan audit secara internal. Tujuannya, untuk menyingkronkan data temuan.

“Kami tidak bisa memastikan kapan dugaan kasus ini selesai kami tangani karena hasil audit inspektorat tidak dijadikan dasar utama, kami juga perlu melakukan audit Internal guna menyingkronkan data hasil temuan,” katanya.

Baca juga :  Dijadwalkan Silaturrahim dengan Ulama Madura, Berikut Agenda Lengkap Anies di Jawa Timur

AKP Doni meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Pamekasan. Sebab, untuk mengungkap kasus tersebut perlu kehati-hatian.

Full power akan kami lakukan dalam penyelidikan (kasus GBP) ini,” tandas mantan Panit Opsnal 1 Unit Reskrim Polsek Semampir, Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu. (ibl/diend)

Berita Terkait

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani
UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:13 WIB

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru