Pedagang Nakal Dibiarkan-Data Berantakan, Keseriusan Tim Penataan PKL Eks PJKA Dipertanyakan

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Paguyuban UMKM dan PKL Berteman Eks Stasiun PJKA Pamekasan, Nor Faisal saat rapat bersama anggotanya. (DOK. KLIKMADURA)

Ketua Paguyuban UMKM dan PKL Berteman Eks Stasiun PJKA Pamekasan, Nor Faisal saat rapat bersama anggotanya. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Nyaris dua bulan ratusan pedagang kaki lima (PKL) eks Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Pamekasan tidak berjualan pasca ditutup oleh pemerintah.

Para pedagang bersabar atas kebijakan tersebut. Dengan harapan, penataan PKL benar-benar dilakukan sehingga aktivitas ekonomi berjalan dengan baik.

Sayangnya, pengorbanan para PKL terancam sia-sia. Sebab, pedagang mokong yang enggan mengembalikan kios menjadi bentuk semula sesuai kesepakatan rapat dibiarkan.

Bahkan, data pedagang yang berhak berjualan di area eks PJKA Pamekasan berantakan. Ditemukan, ada nama-nama baru terdata sebagai PKL dan ada nama-nama PKL lama yang tiba-tiba hilang.

Baca juga :  Usulan Pemakzulan Bupati Pamekasan Diduga Dipicu Permintaan Proyek Rp 2 Miliar yang Tak Dikabulkan!

Ketua Paguyuban UMKM dan PKL Berteman Eks Stasiun PJKA Pamekasan, Nor Faisal mengatakan, pada tanggal 11 April lalu, pemkab menggelar rapat bersama para pedagang.

Terdapat sejumlah kesepatan yang dihasilkan dari rapat tersebut. Di antaranya, pada pedagang wajib mengembalikan kios ke bentuk semula. Kemudian, data pemilik kios dikembalikan ke data lama yang terdaftar di notaris.

Namun, kesepakatan tersebut hanya jadi macan kertas. Terbukti, sampai sekarang masih ada 7 kios tidak melakukan normalisasi bangunan secara mandiri. Sementara, puluhan pedagang lainnya sudah menormalisasi kios sesuai kesepakatan.

Baca juga :  Kenang Jasa Pahlawan, Ponpes Sabilul Ihsan Pamekasan Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI Penuh Khidmat

“Ironisnya, meskipun ada 7 kios yang sampai sekarang belum dikembalikan ke bentuk semula, tim penataan PKL diam tidak melakukan tindakan apa-apa,” katanya.

Faisal juga mengungkap adanya PKL yang diduga menjadi biang maksiat tetap diakomodir berjualan. Pedagang tersebut berinisial S dan N yang sebelumnya diduga menyediakan miras dan jadi tempat transaksi esek-esek.

“Penataan dan revitalisasi seperti yang digaungkan tim penataan PKL hanya omong kosong. Lumbungnya dibakar tapi tikusnya dibiarkan,” katanya.

Faisal juga menantang tim penataan PKL adu data kepemilikan kios dan lapak. Sebab, dia menemukan adanya lima nama baru yang tiba-tiba terdaftar sebagai PKL eks PJKA Pamekasan.

Baca juga :  Elysia Flamboyan Gelar Kartini's Fest, Pererat Persatuan dan Wadahi Kesenian

Lima nama baru itu menempati tenda nomor 3, 10, 12, 22 dan 25. Sementara, ada lima PKL lama yang punya tanda daftar usaha (TDU) justru tidak terdata sehingga tidak bisa berjualan.

“Ada oknum PKL yang punya rombong lebih dari satu, dan kondisi ini dibiarkan oleh tim penataan PKL. Kami sangat menyayangkan karena pengorbanan kami tidak berjualan selama hampir dua bulan ini terkesan sia-sia,” tandasnya. (pen)

Berita Terkait

Royal Group Gelar Bukber dan Silaturahmi Bersama Seluruh Unit Usaha, Sekaligus Akad Massal Konsumen Perumahan
Bagikan 2.000 Takjil, Program ABFA BETA SDIT ABFA Pamekasan Jadi Media Edukasi Santri Berbagi
Dandim 0826/Pamekasan Bukber Bareng Insan Pers, Perkuat Sinergitas TNI dan Jurnalis
Ekonomi Pamekasan Tahun 2025 Menguat, Pertumbuhan Capai 5,47 Persen
Cegah Berbagai Penyakit Berbahaya, Bupati Pamekasan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak
Sajikan Lele Mentah, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG As-Salman Pamekasan
Satgas MBG Pamekasan Siap Tindak Tegas SPPG Bermasalah, Dapur Tak Sesuai Prosedur Terancam Ditutup
Tiga Terdakwa Kasus Pembunuhan Lesong Daja Jalani Sidang Perdana di PN Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:38 WIB

Royal Group Gelar Bukber dan Silaturahmi Bersama Seluruh Unit Usaha, Sekaligus Akad Massal Konsumen Perumahan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:46 WIB

Bagikan 2.000 Takjil, Program ABFA BETA SDIT ABFA Pamekasan Jadi Media Edukasi Santri Berbagi

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:52 WIB

Ekonomi Pamekasan Tahun 2025 Menguat, Pertumbuhan Capai 5,47 Persen

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:06 WIB

Cegah Berbagai Penyakit Berbahaya, Bupati Pamekasan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:23 WIB

Sajikan Lele Mentah, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG As-Salman Pamekasan

Berita Terbaru

Catatan Pena

Andai Semua Boeya MH. Said Abdullah 

Sabtu, 14 Mar 2026 - 07:48 WIB