PAMEKASAN || KLIKMADURA – Para nelayan di pesisir Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, dibuat resah dengan maraknya aktivitas penangkapan kerang oleh nelayan dari luar daerah.
Selama tiga pekan terakhir, perairan Tanjung dipadati perahu nelayan asal Pasuruan yang dinilai mengganggu aktivitas nelayan setempat.
Salah satu nelayan setempat, H. Karyani mengatakan bahwa alat tangkap yang digunakan dalam pengambilan kerang tersebut berpotensi merusak ekosistem laut.
Dasar laut dan terumbu karang dikhawatirkan rusak akibat metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan.
“Kami sangat keberatan atas aktivitas ini, Alat tangkap yang digunakan itu diduga merusak dasar laut. Kalau dibiarkan, terumbu karang pasti hancur dan yang paling dirugikan nelayan lokal,” katanya, Rabu (14/1/2026).
H. Karyani mengaku bahwa Penangkapan Kerang tidak hanya berdampak pada lingkungan, melainkan terhadap para nelayan sekitar.
Sebab, keberadaan perahu nelayan dari luar daerah menimbulkan persoalan ruang sandar dan area melaut. Lokasi yang selama ini digunakan nelayan setempat kini dipenuhi perahu nelayan asal Pasuruan.
“Biasanya area sandar itu khusus untuk masyarakat sini. Sekarang penuh perahu dari luar, nelayan lokal jadi kesulitan. Khawatir menimbulkan konflik antar nelayan,”ujarnya.
H. Karyani mengungkapkan bahwa sejak tiga minggu lalu terdapat sekitar 16 perahu nelayan Pasuruan yang beroperasi di perairan Tanjung. Hasil tangkapan kerang tersebut diangkut dari daratan Desa Tanjung menggunakan truk dengan intensitas sekitar tiga truk per hari.
“Sejak seminggu ini, perahu bertambah terus hingga mencapai ratusan dan truknya juga bertambah menjadi 10. Ini setiap hari beroperasi kecuali hari juma’at,” tandasnya. (ibl/nda)














