PAMEKASAN || KLIKMADURA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kalangan akademisi di Madura. Sebanyak 18 dosen Universitas Madura (UNIRA) berhasil meraih pendanaan hibah penelitian dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI tahun 2026.
Capaian tersebut bukan perkara mudah. Pasalnya, seleksi hibah penelitian tingkat nasional itu diikuti sekitar 104 ribu proposal dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta (PTS) di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 18 ribu proposal yang dinyatakan lolos pendanaan, termasuk yang diajukan oleh dosen UNIRA.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIRA, Ukhti Raudhatul Jannah menyampaikan, pengumuman penerima hibah tersebut dikeluarkan langsung oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan di bawah naungan Kemdiktisaintek RI.
“Ini hasil dari proses seleksi yang sangat ketat. Alhamdulillah, dosen UNIRA mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia merinci, dari total 18 dosen penerima hibah tersebut terbagi dalam beberapa skema. Tujuh dosen lolos pada skema Penelitian Fundamental Reguler.
Kemudian masing-masing satu dosen pada skema Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi dan Penelitian Tesis Magister. Sementara sembilan dosen lainnya berhasil pada skema Dosen Pemula.
Menurut Ukhti, capaian ini menjadi bukti bahwa UNIRA yang telah berdiri sejak 2 Mei 1978 itu tetap memiliki daya saing dalam dunia riset nasional.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi di Madura dalam berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Program hibah ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat penelitian, mendorong hilirisasi hasil riset, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap pendanaan tersebut mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, juga mendorong peran aktif dosen dalam pengembangan keilmuan yang aplikatif dan berdaya guna.
Ukhti juga menegaskan bahwa para penerima hibah diharapkan dapat menjalankan penelitian secara optimal hingga menghasilkan karya yang berkualitas.
“Penelitian akan dimulai setelah penandatanganan kontrak. Saat ini masih berproses dari DPPM ke LLDIKTI, kemudian ke perguruan tinggi. Semoga berjalan lancar dan para dosen tetap semangat,” tandasnya. (enk/nda)

















