PAMEKASAN || KLIKMADURA — Pembinaan atlet futsal usia dini di Kabupaten Pamekasan mulai menemukan momentumnya. Golden Kids Futsal Tournament (GKFT) 2026 yang digelar oleh komunitas wasit futsal Pamekasan sukses menjadi ajang kompetisi perdana bagi pelajar sekolah dasar di Bumi Pamelingan.
Turnamen futsal anak tersebut diikuti 50 tim, terdiri dari 48 sekolah dasar negeri dan dua sekolah swasta. Antusiasme peserta dan dukungan publik menjadi penanda kuat bahwa futsal semakin diminati kalangan pelajar.
Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Pamekasan, Tabri, mengapresiasi penuh penyelenggaraan GKFT 2026. Menurutnya, turnamen tersebut menjadi ruang strategis dalam menjaring dan membina bibit atlet futsal sejak usia dini.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Anak-anak dikenalkan mental tanding dan atmosfer kompetisi sejak bangku SD,” ujar Tabri, Minggu (25/1/2026).
Anggota DPRD Pamekasan itu menilai, tingginya minat masyarakat terhadap olahraga futsal harus direspons dengan memperbanyak agenda kompetisi berjenjang. Dengan demikian, kualitas atlet lokal dapat tumbuh secara sistematis.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wasit futsal yang turut mengambil peran aktif dalam pengembangan olahraga di Pamekasan.
“Terima kasih kepada teman-teman wasit futsal yang sudah berkontribusi nyata dalam pembinaan atlet futsal daerah,” katanya.
Tabri menambahkan, semakin banyaknya kategori turnamen futsal anak akan memudahkan Afkab dalam memetakan dan merekrut atlet potensial.
Selain itu, kompetisi juga bisa menjadi tolok ukur kualitas pembinaan olahraga di masing-masing sekolah.
“Pembinaan harus berjenjang dan terukur. Dari sini, kami bisa melihat sekolah mana yang serius membina futsal,” imbuhnya.
Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan. Kepala Disdikbud Pamekasan Ahmad Basri Yulianto melalui Kepala Bidang Pembinaan SD, Taufik Hidayat, berharap GKFT dapat dijadikan agenda rutin tahunan.
Menurutnya, kompetisi olahraga tidak hanya berdampak pada prestasi, tetapi juga membentuk karakter siswa. Nilai sportivitas, kerja sama tim, dan kepedulian sosial dapat tumbuh melalui kegiatan seperti futsal.
“Kami sangat terbuka jika GKFT terus dilaksanakan dan dikembangkan. Bahkan, kami siap menggerakkan seluruh koordinator wilayah Disdikbud di 13 kecamatan,” tegas Taufik. (nda)














