Dikabarkan Tolak Pasien Demam Parah, Direktur RSUD Smart: Mungkin Kondisinya Masih Stabil

- Jurnalis

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Raden Budi Santoso saat memberikan penjelasan di hadapan Komisi IV DPRD Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Raden Budi Santoso saat memberikan penjelasan di hadapan Komisi IV DPRD Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan dikabarkan menolak merawat pasien. Padahal, kondisinya demam parah.

Kabar penolakan pasien itu disampaikan Forum Aliansi Masyarakat Intelektual (FAMIKI) saat audiensi dengan Komisi IV DPRD Pamekasan pada Kamis (17/4/2025).

Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Raden Budi Santoso menyampaikan, hingga saat ini dia belum mendapatkan informasi lengkap terkait kejadian tersebut.

“Kami belum memperoleh informasi yang jelas mengenai nama pasien, alamat, keluhan pasien, serta waktu kunjungan ke RSUD guna penelusuran lebih lanjut,”  kata dr. Budi saat dikonfirmasi.

Baca juga :  Anggaran Terbatas, Pemkab Pamekasan Bakal Cicil Pembayaran Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 41 Miliar

Ia menjelaskan, beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan jumlah pasien yang signifikan di RSUD Smart Pamekasan. Kondisi tersebut menyebabkan hampir seluruh ruang rawat inap penuh, termasuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Bahkan dalam periode tersebut, bed pasien yang tersedia di IGD (brankar) juga sempat terisi penuh dalam pelayanan kedaruratan. Memberikan pelayanan tanpa brankar atau kursi roda dalam situasi seperti itu sangat tidak disarankan dan berpotensi melanggar ketentuan standar pelayanan medis,” katanya.

Dengan begitu, dr. Budi menyimpulkan, kemungkinan besar pasien yang dikabarkan ditolak itu masih dalam kondisi medis yang cukup stabil.

Baca juga :  Ketua DPRD Pamekasan Yakin Aksi Mahasiswa Berjalan Damai, Minta Tak Mudah Terprovokasi

Dengan demikian, dirujuk atau diarahkan untuk memperoleh pelayanan di rumah sakit lain dengan fasilitas yang lebih memadai.

“Memberikan pelayanan dengan prasarana yang tidak memadai justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lebih serius bagi pasien. Oleh karena itu, penanganan secara maksimal di rumah sakit terdekat lainnya adalah pilihan yang lebih aman dan bertanggung jawab secara medis,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua FAMIKI, Ilham Fajar Shodiqi mengaku menerima laporan dari masyarakat tentang adanya pasien demam tinggi yang ditolak oleh RSUD Smart hanya karena ketiadaan bed. (ibl/diend)

Baca juga :  Raperda Pemdes Mulai Dibahas, DPRD Pamekasan Bentuk Pansus

Berita Terkait

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim
Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik
Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret
PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta
Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar
Hari Santri Nasional 2026, UIM Perkuat Tradisi Pesantren Lewat Berbagai Kegiatan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:18 WIB

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:42 WIB

PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta

Berita Terbaru