PAMEKASAN || KLIKMADURA – Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Pamekasan selama tiga hari berturut-turut. Akibatnya, terjadi longsor di Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean.
Tebing setinggi sekitar 10 meter ambrol, menyebabkan sedikitnya 12 bangunan rusak berat dan 15 kepala keluarga (KK) terdampak.
Warga setempat, Agus Salim mengungkapkan, para korban sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Ia menyebut kondisi tanah di Desa Sana Daja tergolong tanah bergerak, sehingga rawan longsor ketika diguyur hujan deras, terlebih disertai angin kencang.
“Longsor itu dirasakan sekitar pukul 01.00 dini hari. Setiap tahun memang selalu ada pergerakan tanah. Yang paling parah terjadi pada 2014 dan tahun ini. Bahkan sudah empat hari rumah-rumah di sini tidak bisa ditempati,” ujarnya.
Kepala Desa Sana Daja, Uswatun Ekasamah mengatakan, bencana longsor kali ini berdampak pada empat dusun. Kondisi terparah terjadi di Dusun Laok Gunung akibat pergerakan tanah di tebing yang memicu longsor.
“Akibat longsor tersebut, akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Sana Daja dan Desa Sana Tengah terputus,” jelasnya.
Selain itu, di Dusun Barat Gunung tercatat tiga bangunan mengalami kerusakan, masing-masing dua mushala dan satu dapur. Sementara di Dusun Paseset Timur, sebanyak 10 rumah dan 13 KK terdampak sehingga warga terpaksa mengungsi ke rumah saudara yang dinilai lebih aman.
Uswatun menambahkan, langkah awal yang dilakukan pemerintah desa adalah memastikan seluruh rumah yang terancam longsor telah dikosongkan, serta menyalurkan bantuan berupa sembako dan uang sekadarnya kepada warga terdampak.
Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Pamekasan memberikan perhatian serius, terutama terkait kebutuhan dasar dan kemungkinan relokasi warga.
“Kalau nanti ada relokasi, kami berharap benar-benar diperhatikan, karena saat ini warga hanya menumpang di rumah saudara,” tandasnya. (enk/nda)














