Di Hadapan Mahasiswa Baru Prodi HES, Alumni IAIN Madura ini Paparkan Tantangan Organisasi Sosial

- Jurnalis

Sabtu, 7 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAIN Madura menggelar diklat prodi sekaligus rekrutmen anggota baru Bakti Hati Sosial Hukum Ekonomi Syariah (BHS HES). Kegiatan tersebut digelar di Aula Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Sabtu (7/9/2024).

Kegiatan yang diikuti seluruh mahasiswa baru Prodi HES itu mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Mahasiswa dalam Transformasi Ekonomi Masyarakat Berbasis Hukum Ekonomi Syariah”.

Moh. Iqbalul Khavey MZ salah satu pemateri bidang analisis sosial (ansos) menyampaikan pentingnya pemahaman organisasi kesosialan. Menurutnya, organisasi sosial seperti BHS HES memiliki peran strategis dalam mengatasi masalah-masalah sosial.

Baca juga :  PMII Pamekasan Sebut Aktor Utama Pengrusakan Mangrove Desa Tanjung Tak Tersentuh

Khususnya masalah yang tidak sepenuhnya bisa diselesaikan oleh pemerintah. Seperti, kemiskinan, bencana alam, kesehatan, dan ketidakadilan sosial.

Mantan Ketua Dema Syariah IAIN Madura itu memaparkan, ada empat tantangan utama yang dihadapi organisasi sosial. Pertama, pendanaan, di mana organisasi sosial kerap menghadapi keterbatasan sumber daya finansial yang bergantung pada sumbangan, hibah, atau dukungan pemerintah.

Tantangan kedua adalah sumber daya manusia. Terutama, kesulitan dalam merekrut dan mempertahankan anggota sehingga dapat berdedikasi. “Organisasi sosial sering kali mengandalkan anggota yang membuat konsistensi kinerja menjadi sebuah tantangan,” katanya.

Baca juga :  23 Mahasiswa Jadi Korban Penipuan Pembayaran UKT, Ratusan Kader PMII Demo IAIN Madura

Kemudian, pengaruh politik kampus juga menjadi tantangan bagi organisasi sosial. Pada Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemilwa) kerap kali dapat memunculkan kerenggangan antar anggota, terutama ketika terjadi berseberangan dukungan.

Keempat, pentingnya legitimasi dan transparansi. Kepercayaan publik harus dijaga melalui transparansi dalam pengelolaan dana dan kegiatan, agar organisasi sosial tetap dipercaya oleh masyarakat luas.

“Semoga mahasiswa baru dapat berperan aktif dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan,” tandasnya. (ibl/diend)

Berita Terkait

Hijabi Madura Konsisten Berbagi Sarapan Gratis untuk Kaum Duafa
Lahan Garam di Pamekasan Menyusut Hampir 2 Hektare, Tambak Udang Jadi Penyebab
Pasang Badan, Bupati Pamekasan Siap Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Kolpajung
Antisipasi Kerentanan Sosial, Bupati Pamekasan Atur Jam Malam Anak
Bupati Pamekasan Sidak RSUD Smart, Tekanan Pembenahan Layanan Kesehatan
Demokrat Pamekasan Perkuat Akar Rumput Lewat Pendidikan Politik di Bukit Kehi
TKD 2026 Naik Rp43 Triliun, Said Abdullah Ingatkan Pemerintah Daerah Optimalkan DBHCHT
UIN Madura Resmikan GOR Said Abdullah Senilai Rp3 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 01:40 WIB

Hijabi Madura Konsisten Berbagi Sarapan Gratis untuk Kaum Duafa

Kamis, 27 November 2025 - 05:28 WIB

Lahan Garam di Pamekasan Menyusut Hampir 2 Hektare, Tambak Udang Jadi Penyebab

Rabu, 26 November 2025 - 11:58 WIB

Pasang Badan, Bupati Pamekasan Siap Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Kolpajung

Rabu, 26 November 2025 - 05:19 WIB

Antisipasi Kerentanan Sosial, Bupati Pamekasan Atur Jam Malam Anak

Selasa, 25 November 2025 - 09:26 WIB

Bupati Pamekasan Sidak RSUD Smart, Tekanan Pembenahan Layanan Kesehatan

Berita Terbaru