Cegah Wabah Campak, Puskesmas Pademawu Genjot Imunisasi di Desa Dasok

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim tenaga kesehatan Puskesmas Pademawu saat melakukan imunisasi campak di Desa Dasok, Kecamatan Pademawu. (ISTIMEWA)

Tim tenaga kesehatan Puskesmas Pademawu saat melakukan imunisasi campak di Desa Dasok, Kecamatan Pademawu. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Puskesmas Pademawu gencar menggelar imunisasi campak melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) yang dipusatkan di Desa Dasok.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit campak sekaligus memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity) di tengah masyarakat.

Bidan Puskesmas Pademawu, Dewi Yuliaziyah, mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi di akhir pekan merupakan hasil kesepakatan bersama perangkat desa, kader kesehatan, dan kepala desa.

“Hari Minggu dipilih karena sebagian besar orang tua bisa lebih leluasa mengantar anak ke posyandu. Kalau hari kerja biasanya mereka sibuk dengan agenda desa,” ujarnya.

Baca juga :  Cegah Penyakit DBD, Saka Bakti Husada Ranting Pademawu Periksa 115 Kamar Mandi

Dewi menegaskan, vaksinasi campak sangat penting bagi anak-anak. Selain melindungi penerima vaksin, imunisasi juga bermanfaat mencegah penularan ke anak-anak lain di sekitarnya.

“Itulah yang disebut kekebalan kelompok. Jika cakupan imunisasi tinggi, penyebaran bisa dicegah,” tambahnya.

Ia menjelaskan, vaksin campak wajib diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan 7 tahun.

Orang tua juga diminta waspada terhadap gejala awal penyakit campak, seperti demam, batuk, pilek, ruam merah di kulit, dan mata merah.

“Kalau anak tidak divaksin, risiko tertular sangat besar. Bahkan bisa berlanjut ke komplikasi serius seperti radang paru, diare, radang otak, infeksi saluran pernapasan atas, hingga berujung kematian,” tegas Dewi. (ibl/nda)

Baca juga :  Soal Kasus Penyerobotan Lahan dan Pengrusakan Mangrove, PT. Budiono Nyatakan ”Siap Perang” di Meja Hijau

Berita Terkait

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani
UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:13 WIB

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru