Berkat Uluran Tangan PLN UP3 Madura, Guru Honorer di Pamekasan Akhirnya Menikmati Listrik

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman (baju putih) didampingi Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Madura, Kharisma Nur Khakim berbincang usai penyerahan bantuan secara simbolis kepada Kamilah, guru honorer asal Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan. (KLIKMADURA)

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman (baju putih) didampingi Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Madura, Kharisma Nur Khakim berbincang usai penyerahan bantuan secara simbolis kepada Kamilah, guru honorer asal Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Di sebuah dusun kecil di Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, hidup seorang perempuan sederhana bernama Kamilah.

Setiap hari, ia berjalan kaki ke sekolah dasar tempatnya mengajar sebagai guru honorer. Gajinya tak seberapa, hanya sekitar Rp800 ribu per bulan, tapi semangatnya untuk mendidik anak-anak desa tak pernah pudar.

Selama bertahun-tahun, rumah Kamilah gelap setiap malam. Ia menyalakan lampu minyak kecil untuk menulis materi pelajaran atau memeriksa buku tugas murid. Kadang-kadang, ia harus meminjam penerangan dari rumah tetangga agar bisa menyelesaikan tugas sekolah.

Namun, semua berubah ketika PLN UP3 Madura datang membawa program Light Up The Dream (LUTD), sebuah inisiatif untuk membantu masyarakat prasejahtera menikmati sambungan listrik gratis.

Hari itu, Rabu (20/8/2025), menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan Kamilah. Saat saklar rumahnya ditekan untuk pertama kali dan lampu menyala terang, ia menutup mulutnya sambil menangis bahagia.

Baca juga :  420 Pramuka Siaga Ramaikan Pesta Siaga Kwarran Galis 2026, Usung Semangat SIGAP

“Alhamdulillah, terima kasih PLN. Akhirnya rumah saya terang juga. Selama ini saya hanya bisa bermimpi punya listrik sendiri, dan hari ini mimpi itu jadi nyata,” katanya dengan suara bergetar.

Kini, malam-malam Kamilah tidak lagi gelap. Ia bisa menyiapkan materi pelajaran dengan tenang, membaca buku tanpa takut kehabisan minyak, dan membantu anak-anaknya belajar di bawah cahaya lampu.

“Listrik ini bukan hanya menerangi rumah saya, tapi juga memberi semangat baru. Saya bisa menyiapkan pelajaran dengan lebih baik untuk anak-anak di sekolah,” ujarnya pelan sambil tersenyum.

Program Light Up The Dream bukan program besar dengan dana miliaran, tapi lahir dari donasi sukarela para pegawai PLN yang ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat kurang mampu.

Baca juga :  AKBP Hendra Eko Triyulianto, Perwira Kelahiran Madura Resmi Pimpin Polres Pamekasan

“Melalui donasi sukarela pegawai, kami ingin membantu masyarakat agar bisa menikmati listrik dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Kharisma Nur Khakim, Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Madura.

Kegiatan itu juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dan Dandim 0826 Letkol Inf Herik Prasetiawan. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa terima kasih kepada PLN atas kepeduliannya terhadap masyarakat kecil.

“Program ini langkah baik yang patut kita dukung. Pemerintah siap berkolaborasi, karena tanpa PLN kita tidak bisa berbuat banyak, dan tanpa pemerintah PLN juga tidak akan bisa berjalan sendiri,” ujar Bupati Kholilurrahman.

Program LUTD kali ini mengusung tema “Terangi Negeri, Wujudkan Indonesia Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, dan Indonesia Maju.” Semangat itu diwujudkan lewat aksi nyata PLN yang menghadirkan cahaya hingga ke pelosok desa.

Baca juga :  Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam Dorong Kota Gerbang Salam Jadi Sentra Industri Tembakau

Kini, rumah Kamilah tak lagi sunyi dan gelap. Lampu yang menyala setiap malam menjadi simbol perubahan hidupnya. Cahaya itu bukan hanya dari listrik, tapi juga dari harapan baru yang lahir bersama kepedulian PLN.

“Saya doakan PLN selalu diberi kemudahan. Karena bagi saya, listrik ini bukan sekadar penerangan, tapi hadiah terbesar yang pernah saya terima,” ucap Kamilah haru.

Malam itu, di Desa Pamoroh, cahaya tak hanya menerangi rumah-rumah warga. Tapi, juga menyinari hati Kamilah, membuktikan bahwa cahaya dari PLN bukan sekadar listrik, tapi juga kasih untuk sesama. (*)

Berita Terkait

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam
125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif
Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja
Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas
Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia
13 Perda Tuntas, DPRD Pamekasan Lanjutkan Pembahasan Regulasi Prioritas
125 Kursi Kepala Sekolah di Pamekasan Masih Plt, Disdikbud Targetkan Tuntas Tahun Ini

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Jumat, 25 September 2026 - 03:34 WIB

Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN

Jumat, 25 September 2026 - 03:11 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja

Kamis, 24 September 2026 - 09:10 WIB

Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

Kamis, 24 September 2026 - 08:43 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia

Berita Terbaru