PAMEKASAN || KLIKMADURA – Anggaran jumbo Rp 5,249 miliar untuk pengadaan Alat Permainan Edukatif (APE) bagi ratusan Taman Kanak-Kanak (TK) di Pamekasan belum juga cair.
Padahal, dana ini disiapkan untuk mendukung konsep belajar sambil bermain bagi anak usia dini.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Mohammad Alwi, mengungkapkan, keterlambatan terjadi karena pengadaan masih dalam proses di sistem e-catalog versi terbaru.
“Iya, sistem e-catalog-nya itu baru, jadi agak sulit. Ini teman-teman masih mempelajari hal itu,” terang Alwi, Jumat (22/8/2025).
Dari sekitar 900 lembaga TK di Pamekasan, hanya sekitar 105 lembaga yang mendapat bantuan APE tahun ini.
Bantuan tersebut tidak berupa uang tunai, melainkan peralatan yang langsung dikirim sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Alwi mengakui pentingnya percepatan pengadaan APE tersebut. Sebab, masih banyak sekolah kekurangan sarana bermain edukatif.
“Iya, mudah-mudahan segera bisa dipakai. Kasihan juga kalau tidak ada permainannya,” ujarnya.
Pria yang pernah menjabat Kepala Disdukcapil Pamekasan itu menjelaskan, APE dirancang untuk mendukung proses belajar sambil bermain. Dengan alat tersebut, para siswa bisa bermain sambil belajar.
“Dengan APE ini, para siswa bisa belajar sambil bermain,” tandas pria yang pernah menjabat Plh Bupati Pamekasan itu. (enk/nda)