PAMEKASAN || KLIKMADURA – Upaya perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Pamekasan terus didorong. Tahun 2026 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan mengusulkan sebanyak 178 sekolah ke pemerintah pusat untuk mendapatkan program revitalisasi.
Kabar baiknya, ratusan usulan tersebut telah berstatus diterima di tingkat pusat. Meski demikian, hingga kini pemerintah daerah masih menunggu instruksi lanjutan untuk proses berikutnya.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto mengatakan, pihaknya belum dapat melangkah lebih jauh sebelum ada arahan resmi dari pemerintah pusat. Jika instruksi sudah turun, pihaknya siap segera menindaklanjuti.
“Masih menunggu perintah dari pusat. Kalau sudah ada, kami langsung bergerak ke sana untuk menindaklanjuti,” ujarnya.
Basri menjelaskan, saat pengajuan dilakukan, belum ada rincian anggaran yang disertakan. Perhitungan kebutuhan biaya akan dilakukan setelah ada kepastian jumlah sekolah yang disetujui untuk direvitalisasi.
“Nanti kalau sudah diputuskan berapa yang direvitalisasi, baru kami libatkan konsultan untuk menghitung kebutuhan anggarannya,” jelasnya.
Dalam pengajuan tersebut, Disdikbud juga melampirkan dokumen detail terkait tingkat kerusakan masing-masing sekolah. Data tersebut disusun berdasarkan kajian teknis internal sebagai bahan pertimbangan pemerintah pusat.
Ia mengakui, proses seleksi berada sepenuhnya di tangan pemerintah pusat, mengingat pengajuan serupa juga dilakukan oleh daerah lain di seluruh Indonesia.
“Kami serahkan sepenuhnya ke pusat, karena ini bersaing dengan daerah lain juga,” ungkapnya.
Dari total 178 sekolah yang diusulkan, terdiri dari 55 lembaga PAUD/TK, 103 sekolah dasar (SD), dan 29 sekolah menengah pertama (SMP).
Basri berharap, keputusan dari pemerintah pusat segera turun, terutama untuk sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan yang tergolong parah.
“Semoga segera ada kepastian, terutama untuk sekolah yang kondisinya sudah rusak berat agar bisa segera ditangani,” pungkasnya. (enk/nda)
















