Bangkalan, Gerbang Madura yang Termarjinalkan

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demonstrasi mahasiswa terkait segelumit persoalan di Kabupaten Bangkalan.

Aksi demonstrasi mahasiswa terkait segelumit persoalan di Kabupaten Bangkalan.

Oleh: Saiful, Kader HMI Cakraningrat Galis, Bangkalan.

—————–

BANGKALAN adalah salah satu kabupaten yang terletak di ujung paling barat Pulau Madura dan berfungsi sebagai gerbang yang menjadi akses keluar masuk pulau garam.

Meski demikian, Bangkalan justru menjadi kabupaten yang cenderung tertinggal jika dibandingkan dengan tiga kabupaten lain yang di Pulau Madura. Salah satu pemicunya,  karena banyak problematika di Bangkalan yang belum teratasi sampai saat ini.

Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Timur, tingkat kemiskinan Kabupaten Bangkalan berada di urutan nomer dua setelah Kabupaten Sampang dengan presentase sebesar 19,35 persen.

Baca juga :  Ini Daftar Merek Rokok Bodong yang Diamankan Bea Cukai Madura di Bangkalan

Tidak hanya tentang kemiskinan, pada tahun 2023 Bangkalan berhasil menempatkan diri sebagai kabupaten dengan angka pengangguran terbuka tertinggi ke lima se Jawa Timur dengan presentase sebesar 6,18 persen. Hal tersebut tentu menambah daftar panjang problematika yang ada di Bangkalan.

Di sisi lain, perkembangan pembangunan infrastruktur hingga saat ini dapat dikatakan tidak signifikan. Berbeda dengan kabupaten Sampang yang fokus membagun infrastruktur mulai dari alun-alun kota hingga jalan alternatif.

Hal ini tentu harus menjadi atensi oleh semua pihak terkait, tidak hanya Pemerintah Kabupaten Bangkalan, tetapi juga Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Pemerintah Pusat.

Baca juga :  Hari Ini, Puluhan Atlet Paralayang Hiasi Langit Puncak Lanjari

Pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo sebenarnya telah mengeluarkan Perpres Nomor 80 tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Kabupaten Bangkalan.

Namun, hingga kini implementasi nyata dari Perpres tersebut belum dapat kita lihat. Dari sini dapat kita tarik kesimpulan, bahwa pemerintah pusat agaknya cukup memarjinalkan Bangkalan.

Padahal, dengan posisinya yang strategis sebagai gerbang Madura dengan Jembatan Suramadu yang menghubungkan antara Madura dan Surabaya seharusnya dapat menopang kemajuan Bangkalan dibandingkan dengan Kabupaten lain.

Selain itu, posisinya yang amat berdekatan dengan Surabaya juga seharusnya menjadikan Bangkalan sebagai salah satu kabupaten penyangga ibu kota provinsi seperti halnya Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Baca juga :  Dua Pelaku Pembunuhan Sadis di Batumarmar Masih Berkeliaran, Polres Pamekasan Kerahkan Tim Khusus!

Namun, nyatanya jika dibandingkan dengan kabupaten-kota lain perbedaannya akan sangat terlihat jelas. Bak langit dan sumur.

Di sisi selatan Suramadu terhampar gemerlap kota dengan perekonomian yang sangat pesat, sedangkan di sisi Madura yang dapat kita lihat hanya kegelapan dan pedagang-pedagang kecil yang berjuang mencari nafkah.

Fakta ini kian menjadi bukti nyata, ketidakseriusan pemerintah baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat dalam membangun Bangkalan yang lebih baik. (*)

Berita Terkait

Intelektual Tradisional itu Akademisi Yang Membeo
Dari Politik Kekuasaan Menuju Politik Perubahan
Menata Hati, Meniti Hari-hari
Bulan Bung Karno dan Penguatan Wawasan Kebangsaan
Digdaya NU: Ikhtiar Besar Menghadapi Era Digital
Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan Pemerintahan dan Realisasi Program di Pamekasan
Catur, Reportoar dan Antiklimaks
Algoritma Pengecut dan Terdakwa Tanpa Wajah

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:19 WIB

Intelektual Tradisional itu Akademisi Yang Membeo

Minggu, 14 Juni 2026 - 03:37 WIB

Dari Politik Kekuasaan Menuju Politik Perubahan

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:01 WIB

Menata Hati, Meniti Hari-hari

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:06 WIB

Bulan Bung Karno dan Penguatan Wawasan Kebangsaan

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:31 WIB

Digdaya NU: Ikhtiar Besar Menghadapi Era Digital

Berita Terbaru

Opini

Intelektual Tradisional itu Akademisi Yang Membeo

Selasa, 16 Jun 2026 - 07:19 WIB