Ziarah ke Makam RP. Moh. Noer, Emil Dardak Umumkan Rencana Pembangunan RS Rujukan di Madura

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak didampingi Bupati Sampang H. Slamet Junaidi tabur bunga di makam mantan Gubernur Jatim RP. Moh. Noer. (IBNU ANSORI / KLIKMADURA)

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak didampingi Bupati Sampang H. Slamet Junaidi tabur bunga di makam mantan Gubernur Jatim RP. Moh. Noer. (IBNU ANSORI / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berziarah ke makam mantan Gubernur Jatim, Raden Panji (RP) Mohammad Noer, di pemakaman keluarga Kampung Mor Kompah, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, Rabu (8/10/2025). Ziarah tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Emil bersama rombongan menabur bunga, menyerahkan tali asih kepada keluarga almarhum, serta memberikan santunan kepada anak yatim dan bingkisan kepada warga sekitar.

“Ini amanah dari Ibu Gubernur Khofifah untuk berziarah ke makam Moh. Noer. Beliau adalah tokoh besar, pelopor pembangunan yang jasanya sangat besar, terutama bagi Madura,” ujarnya.

Baca juga :  Ketersediaan Logistik Pemilu di Kabupaten Pamekasan Capai 50 Persen

Emil menyebut semangat dan visi Moh. Noer tetap relevan hingga kini. Sosok almarhum, kata Emil, bukan hanya memikirkan pembangunan fisik, tetapi juga kesejahteraan sosial masyarakat Jawa Timur.

“Jembatan Suramadu adalah simbol keberlanjutan dari visi beliau. Tapi setelah jembatan berdiri, bukan berarti tantangan selesai. Justru kita harus mempercepat pembangunan yang lebih holistik, baik fisik maupun nonfisik. Itulah estafet perjuangan Moh. Noer,” tambahnya.

Dalam momentum ziarah itu, Emil membawa kabar gembira untuk masyarakat Madura. Ia mengumumkan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun Rumah Sakit Rujukan Raden Panji Moh. Noer di wilayah Madura.

Baca juga :  Irjen PKP Laporkan Dugaan Korupsi Program BSPS di Bangkalan ke KPK

Fasilitas kesehatan ini diharapkan menjadi pusat layanan unggulan serta simbol penghargaan atas jasa almarhum dalam memperjuangkan pemerataan pembangunan.

RP Moh. Noer sendiri dikenal sebagai pemimpin sederhana namun visioner. Lahir di Sampang, ia menjabat Gubernur Jatim periode 1971–1976. Slogannya yang legendaris, “Wong cilik melu gemuyu” (rakyat kecil ikut tersenyum), menjadi napas dalam setiap kebijakannya.

Warisan pemikirannya mengenai pemerataan pembangunan, terutama di Madura, menjadi pondasi lahirnya gagasan konektivitas antarpulau yang kemudian diwujudkan lewat pembangunan Jembatan Suramadu. (ibn/nda)

Berita Terkait

Kantor BPP Torjun Kurang Terawat, Pemerintah Diminta Beri Perhatian Serius
Perbaikan Pipa PDAM di Jalan Kusuma Bangsa Sampang Belum Rampung, Pengendara Diminta Waspada
Iring-iringan Manten Jalan Kaki, Jalur Sampang–Pamekasan Macet Total
Dramatis! Sapi Terperosok ke Sumur di Sampang, Dievakuasi Selamat Setelah 3 Jam 
Mengenal Lebih Dekat KH. Alyadi Mustofa, Legislator Senior yang Konsisten Suarakan Kepentingan Rakyat
Puluhan Tahun Berkontribusi Besarkan Partai, Alyadi Mustofa Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB Sampang
Genap Dua Bulan, Kapal Tongkang Bermuatan Batu Bara Dibiarkan Terdampar di Perairan Sampang
Usai Diamankan Satgasus, Kajari Sampang Dicopot dari Jabatannya

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 02:57 WIB

Kantor BPP Torjun Kurang Terawat, Pemerintah Diminta Beri Perhatian Serius

Kamis, 9 April 2026 - 22:23 WIB

Iring-iringan Manten Jalan Kaki, Jalur Sampang–Pamekasan Macet Total

Kamis, 9 April 2026 - 08:59 WIB

Dramatis! Sapi Terperosok ke Sumur di Sampang, Dievakuasi Selamat Setelah 3 Jam 

Rabu, 1 April 2026 - 07:34 WIB

Mengenal Lebih Dekat KH. Alyadi Mustofa, Legislator Senior yang Konsisten Suarakan Kepentingan Rakyat

Senin, 30 Maret 2026 - 11:23 WIB

Puluhan Tahun Berkontribusi Besarkan Partai, Alyadi Mustofa Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB Sampang

Berita Terbaru