Ruang Kelas Terbakar, Siswa SDN Potoan Daja 2 Pamekasan Belajar di Rumah Penjaga Sekolah

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi salah satu ruang kelas SDN Potoan Daja 2 yang mengalami kebakaran. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Kondisi salah satu ruang kelas SDN Potoan Daja 2 yang mengalami kebakaran. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kebakaran hebat yang melanda SDN Potoan Daja 2, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, menyita perhatian publik. Empat ruang kelas hangus dilalap api, membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) harus berpindah ke rumah penjaga sekolah dan rumah warga sekitar.

Bupati Pamekasan, Dr. KH. Khalilurrahman, S.H, M.Si, menegaskan bahwa penanganan pascakebakaran tidak boleh ditunda. Ia telah meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan untuk segera melakukan langkah percepatan pembangunan ruang kelas yang terbakar.

“Tidak boleh tidak harus disegerakan. Kalau itu terlantar, kasihan anak-anak kita yang menjadi korban,” tegas Bupati Khalilurrahman.

Baca juga :  Cara Unik Puskesmas Kadur Kejar Cakupan Imunisasi, Anak Diajak Bermain dan Dapat Doorprize Sebelum Disuntik

Sementara itu, Kepala Disdikbud Pamekasan, Mohammad Alwi, menjelaskan bahwa proses pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa meski harus dilakukan di tempat darurat. Saat ini, pihaknya tengah mengajukan permohonan bantuan dana revitalisasi ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen RI).

“Untuk sementara para siswa ditampung di rumah penjaga sekolah. Nilai kerugian ditaksir sekitar Rp200 juta karena beberapa perangkat elektronik seperti laptop dan komputer ikut terbakar,” ungkapnya.

Kepala SDN Potoan Daja 2, Rusdi, membenarkan bahwa empat kelas kini belajar di rumah warga sekitar. Meski kondisi darurat, semangat para siswa dan guru tak surut sedikit pun.

Baca juga :  Pengusaha Tembakau di Pamekasan Donasi Rp 500 Juta untuk Palestina

“Untuk waktunya sampai kapan, kami belum tahu. Harapannya tentu segera ada perbaikan, karena kasihan anak-anak,” tuturnya penuh harap.

Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan sarana pendidikan terhadap bencana. Namun di tengah keterbatasan, semangat belajar anak-anak SDN Potoan Daja 2 tetap menyala, membuktikan bahwa pendidikan tak bisa padam hanya karena api. (enk/nda)

Berita Terkait

Angkat Sejarah Ronggosukowati, Kadisdikbud Pamekasan Apresiasi Drama Musikal SDN Kowel 3
164 Jamaah Haji KBIHU Al-Hilal Pamekasan Tiba dengan Selamat, Puas dengan Pelayanan Pendamping
MTN Lab Gandeng Sivitas Kothèka, Tiga Penulis Madura Akan Residensi di Tiga Kota
Pemkab Pamekasan Kembali Gelar Pemilihan Kacong Chebbing dan Putra Putri Batik, Anggaran Tembus Ratusan Juta
Satreskrim Polres Pamekasan Tangkap Terduga Pencuri Motor di Ruko Teja
Program Segar Rp7,9 Miliar Belum Terealisasi, Pemkab Pamekasan Berdalih Menunggu Arahan Pemerintah Pusat
Ribuan E-Ijazah SMP di Pamekasan Belum Terbit, Disdikbud Sebut Banyak Dokumen Sekolah Belum Lengkap
Serapan Baru 46,31 Persen, DPRD Pamekasan Soroti Lambannya Progres Tambal Sulam Jalan

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:58 WIB

Angkat Sejarah Ronggosukowati, Kadisdikbud Pamekasan Apresiasi Drama Musikal SDN Kowel 3

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:03 WIB

164 Jamaah Haji KBIHU Al-Hilal Pamekasan Tiba dengan Selamat, Puas dengan Pelayanan Pendamping

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:57 WIB

MTN Lab Gandeng Sivitas Kothèka, Tiga Penulis Madura Akan Residensi di Tiga Kota

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:31 WIB

Satreskrim Polres Pamekasan Tangkap Terduga Pencuri Motor di Ruko Teja

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:03 WIB

Program Segar Rp7,9 Miliar Belum Terealisasi, Pemkab Pamekasan Berdalih Menunggu Arahan Pemerintah Pusat

Berita Terbaru