Jika Jadi Provinsi, Akhmad Ma’ruf Yakin Masyarakat Madura Semakin Sejahtera

- Jurnalis

Senin, 8 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR BPBD Pamekasan bersiap melakukan pencarian bocah yang hanyut di Dusun Pao, Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. (KLIKMADURA)

Tim SAR BPBD Pamekasan bersiap melakukan pencarian bocah yang hanyut di Dusun Pao, Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. (KLIKMADURA)

SUMENEP, KLIKMADURA – Gerakan menjadikan Madura sebagai provinsi tidak pernah pupus. Sebab, gerakan tersebut memiliki misi mulia. Yakni, menjadikan masyarakat Madura semakin sejahtera.

Ketua Umum Saudagar Madura Akhmad Ma’ruf mengatakan, kekayaan alam Madura sangat melimpah. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan hingga mingak bumi dan gas (migas).

Namun, kekayaan alam tersebut belum memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Madura.

Salah satu pemicunya, karena adanya regulasi yang tidak memihak terhadap masyarakat Madura. Salah satu contohnya, regulasi yang mengatur migas.

Sesuai Undang-undang nomor 32 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pemerintah kabupaten tidak punya wewenang mengelola laut.

Baca juga :  Dorong Sumenep Keluar dari Garis Kemiskinan, Akhmad Ma'ruf Dukung Paslon FINAL

Sebab, dari jarak 0 – 12 mil, wilayah laut itu masuk kawasan yang dikelola pemerintah provinsi. Kemudian, dari 12 mil ke atas merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Dengan aturan ini, pemerintah kabupaten di Madura tidak termasuk sebagai daerah penghasil migas, sehingga dana bagi hasil yang diperoleh sangat kecil,” katanya.

Dengan demikian, Akhmad Ma’ruf mendukung Madura menjadi provinsi. Dengan perubahan status tersebut, semua kekayaan alam yang ada akan dikelola secara penuh oleh pemerintah kabupaten yang ada di Madura.

Selain migas, sektor peternakan juga sangat melimpah. Bahkan, Pulau Sapudi di Kabupaten Sumenep masuk sebagai kawasan dengan populasi sapi terbanyak di Indonesia.

Baca juga :  Kiai Kholilurrahman Ditugasi DPP Partai Demokrat Bangun Koalisi dan Tunjuk Bacawabup

Namun, lagi-lagi potensi tersebut belum terkelola dengan baik. Akibatnya, kesejahteraan masyarakat Madura juga tidak berkembang.

“Saya yakin, jika Madura menjadi provinsi, masyarakat akan semakin sejahtera karena kekayaan alam bisa dikelola secara mandiri dan akan kembali kepada masyarakat,” tandasnya. (diend)

Berita Terkait

Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan
Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital
Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak
DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru
Praktik Renang Berujung Duka, Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal di Sungai Nangka
Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean, Diduga Cabuli Anak di Ruang Guru SD
Hadiri Kick Off Peringatan HSN 2026, Bupati Fauzi: Momentum Menghargai Perjuangan Para Syuhada

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:55 WIB

DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru

Berita Terbaru