Dari Madura hingga Tionghoa-Arab, Simfoni Budaya Gambarkan Keberagaman Pamekasan

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertunjukan Tari Topeng Getak saat memeriahkan Malam Kemilau Madura. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Pertunjukan Tari Topeng Getak saat memeriahkan Malam Kemilau Madura. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ribuan warga memadati kawasan Monumen Arek Lancor untuk menyaksikan Malam Kemilau Madura bertajuk Simfoni Budaya Pamekasan, Senin (2/11/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjad) Kabupaten Pamekasan ke-496.

Berbagai macam pertunjukan seni dan budaya ditampilkan, hal tersebut menunjukkan betapa kayanya tradisi dan keberagaman masyarakat di Kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengatakan, Simfoni Budaya merepresentasikan kehidupan masyarakat yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman, tanpa meninggalkan tradisi dan identitas daerah.

“Simfoni Budaya merupakan gambaran tentang Pamekasan yang harmonis dalam keberagaman, memiliki kekuatan tradisi, dan kebanggaan terhadap sejarah maupun identitas budaya yang kaya,” katanya.

Baca juga :  Pria Lansia Ditemukan Tewas di Pantai The Legend, Diduga Terpleset Saat Beraktivitas

Mantan anggota DPR RI itu juga menyampaikan, Pamekasan telah menerima sejumlah penghargaan di bidang kebudayaan. Di antaranya, penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan RI serta penyerahan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum Jawa Timur.

“Penghargaan WBTb menjadi pengakuan atas kekayaan tradisi yang kita miliki. Sementara sertifikat HKI menjadi bukti pentingnya perlindungan hukum terhadap karya dan kreativitas masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Hairul Saleh menjelaskan, Simfoni Budaya mengangkat pesan tentang keberagaman masyarakat yang terbentuk dari tiga etnis, yakni Madura, Tionghoa, dan Arab.

Baca juga :  KPP Pratama Pamekasan Dorong Masyarakat Taat Pajak dengan Layanan Serba Digital

Menurutnya, Perbedaan latar belakang itu menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang rukun, saling membantu, dan bergotong royong.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Pamekasan merupakan daerah yang memiliki keberagaman. Masyarakatnya hidup rukun, guyub, saling membantu, dan bergotong royong untuk memajukan daerah,” ucapnya.

Hairul Saleh mengatakan bahwa sejumlah kesenian tradisional khas Pamekasan ditampilkan dalam acara tersebut, diantaranya Mamaca, Macapat, Tari Topeng Getak, dan Tari Rondhing.

Ia mengaku bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menggelar pertunjukan. Diperlukan sosialisasi dan diseminasi kepada masyarakat agar tradisi lokal tetap dikenal, dipahami, dan mendapat tempat di tengah kehidupan generasi muda.

Baca juga :  Peringati Hari Anak Nasional 2024, FAPSA Gelar Forum Anak Tanggap Bencana

“Kami memiliki sejumlah objek pemajuan kebudayaan yang terus dikembangkan dan dilestarikan agar kebudayaan asli Pamekasan tidak hilang. Salah satu upayanya melalui sosialisasi dan diseminasi kepada masyarakat,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Dukung Manajemen Talenta dan Penerapan Sistem Merit, BKPSDM Pamekasan Fasilitasi Profiling Pegawai
SIPEDAL SAKERA Antar SDI Al-Munawwarah Raih Penghargaan Inovasi Literasi Digital dari Bupati Pamekasan
Dewan Pendidikan Pamekasan Kritik Sikap Ketua Yayasan Al-Uswah, Sebutan Wartawan “Bodrex” Dinilai Cederai Marwah Pendidikan
Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat, Puskesmas Pademawu Hadirkan CKG dan Detektif TB di Kemilau Madura
Lima Pejabat Inspektorat Dilantik, Bupati Pamekasan Minta Pengawasan Lebih Tajam
Empat Abad Jejak Dakwah Syekh Bilfaqih, LPI ABFA Rawat Warisan Ulama Lewat Pawai Budaya
Lontarkan Kalimat Tak Pantas pada Jurnalis, Ahli Bahasa UNIRA Soroti Etika Komunikasi Ketua Yayasan Al-Uswah
Injak Al-Qur’an Saat Live TikTok, Pensiunan Guru di Pamekasan Resmi Jadi Tersangka

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:17 WIB

Dari Madura hingga Tionghoa-Arab, Simfoni Budaya Gambarkan Keberagaman Pamekasan

Selasa, 3 November 2026 - 06:03 WIB

Dukung Manajemen Talenta dan Penerapan Sistem Merit, BKPSDM Pamekasan Fasilitasi Profiling Pegawai

Selasa, 3 November 2026 - 04:28 WIB

SIPEDAL SAKERA Antar SDI Al-Munawwarah Raih Penghargaan Inovasi Literasi Digital dari Bupati Pamekasan

Selasa, 3 November 2026 - 03:31 WIB

Dewan Pendidikan Pamekasan Kritik Sikap Ketua Yayasan Al-Uswah, Sebutan Wartawan “Bodrex” Dinilai Cederai Marwah Pendidikan

Senin, 2 November 2026 - 22:34 WIB

Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Masyarakat, Puskesmas Pademawu Hadirkan CKG dan Detektif TB di Kemilau Madura

Berita Terbaru