Lontarkan Kalimat Tak Pantas pada Jurnalis, Ahli Bahasa UNIRA Soroti Etika Komunikasi Ketua Yayasan Al-Uswah

- Jurnalis

Minggu, 1 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli bahasa Universitas Madura (UNIRA), Dr. Rahmad, M.Pd. (DOK. KLIKMADURA)

Ahli bahasa Universitas Madura (UNIRA), Dr. Rahmad, M.Pd. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sikap Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf, saat merespons jurnalis Klik Madura yang meminta hak jawab menuai sorotan. Kali ini, ahli bahasa Universitas Madura (UNIRA), Dr. Rahmad, M.Pd., turut menyayangkan respons tersebut karena dinilai tidak mencerminkan komunikasi yang baik.

Rahmad menilai, langkah jurnalis meminta klarifikasi atau hak jawab telah sesuai dengan prinsip keberimbangan dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Menurutnya, pihak yayasan semestinya menyambut upaya konfirmasi tersebut melalui komunikasi yang terbuka dan santun. Terlebih, yayasan merupakan penyelenggara pendidikan yang juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan dalam perilaku, termasuk ketika berkomunikasi dengan pihak lain.

“Yang sudah dilakukan si jurnalis ini sudah benar, sudah sesuai dengan KEJ juga. Tentu kami sangat menyayangkan, alangkah baiknya mungkin kalau bisa dilakukan tabayun, atau bagaimana caranya supaya diperoleh komunikasi yang lebih baik,” ungkap Rahmad.

Baca juga :  Ada Borok di Eloknya Wajah Desaku

Ia menjelaskan, yayasan sebagai badan penyelenggara pendidikan oleh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk turut mewujudkan tujuan pendidikan nasional, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Pasal 3. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik.

Karena itu, menurut Rahmad, penyelenggara pendidikan semestinya menunjukkan keteladanan melalui perilaku yang menghormati dan menghargai siapa pun. Sikap tersebut dapat diwujudkan melalui komunikasi verbal maupun nonverbal agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Wakil Rektor I UNIRA itu juga menekankan pentingnya pemilihan kata atau diksi dalam membangun komunikasi yang efektif. Sebab, penggunaan kata yang tidak tepat berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga merusak hubungan antara penutur dan mitra tutur.

Baca juga :  Lagi! Gerbong Mutasi Jabatan Strategis Terjadi di Polres Pamekasan

“Dan apabila ini dirasakan oleh jurnalis yang bersangkutan selaku mitra tutur, maka penuturan Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Utsman Sayyaf tersebut bisa dipersoalkan dari sisi efektivitas komunikasi. Bahkan bisa berujung pada persoalan hukum apabila ada unsur penghinaan, ujaran kebencian, dan lainnya. Ini pendapat saya,” tegasnya.

Rahmad menambahkan, komunikasi yang efektif ditentukan oleh kemampuan penutur memilih bahasa atau kalimat yang mampu mewakili pikiran dan perasaannya. Pilihan bahasa tersebut juga harus dapat dipahami oleh mitra tutur sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan.

Oleh sebab itu, penutur perlu mempertimbangkan struktur kalimat dan pilihan kata sebelum menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Bahasa tidak hanya digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadi, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan yang harus mempertimbangkan penerimaan pihak lain.

Baca juga :  Razia Blok Hunian Lapas Narkotika Pamekasan, 13 Petugas dan 40 Warga Binaan Jalani Tes Urine

“Jadi, kalau hanya memikirkan sepihak, iya kenapa harus disajikan kepada orang lain? Cocok untuk dirinya maka iya harus cocok dengan orang lain, karena bahasa itu sajian yang bukan hanya digunakan kepada diri sendiri namun juga kepada orang lain,” pungkasnya.

Klik Madura berupa meminta tanggapan kepada Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf. Namun, dia tidak merespons.

Sebelumnya, Klik Madura meminta tanggapan terhadap Usman berkaitan dengan pemecatan dua karyawan di SDIT Al-Uswah Pamekasan. Namun, responsnya justru mendiskreditkan jurnalis dengan melontarkan kalimat wartawan “bodrex”. (enk/nda)

Berita Terkait

Injak Al-Qur’an Saat Live TikTok, Pensiunan Guru di Pamekasan Resmi Jadi Tersangka
Puskesmas Tampojung Pregi Ingatkan Ancaman Hipertensi dan Diabetes, PHBS Harus Dimulai dari Rumah
Influenza Tipe A Mulai Diwaspadai di Pamekasan, Kapus Batumarmar Tekankan Vaksinasi dan Etika Batuk
Temui Bupati, Ulama Pamekasan Desak Enam Tempat Hiburan Ditutup Permanen
Batumarmar Borong Juara FTBI Jawa Timur 2026, Empat Bintang Juara Diarak Keliling Kecamatan
Polres Pamekasan Sita 6.900 Pil Y, Pria Asal Galis Ditangkap
Usaha Kuliner Menjamur, Dinkes Pamekasan Dorong Pengusaha Kantongi SLHS
Hidupkan Ruh Perjuangan M. Tabrani, DKP, AJP, dan KNPI Pamekasan Satukan Pemuda dan Budayawan di Arek Lancor

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 08:04 WIB

Lontarkan Kalimat Tak Pantas pada Jurnalis, Ahli Bahasa UNIRA Soroti Etika Komunikasi Ketua Yayasan Al-Uswah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Injak Al-Qur’an Saat Live TikTok, Pensiunan Guru di Pamekasan Resmi Jadi Tersangka

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Influenza Tipe A Mulai Diwaspadai di Pamekasan, Kapus Batumarmar Tekankan Vaksinasi dan Etika Batuk

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Temui Bupati, Ulama Pamekasan Desak Enam Tempat Hiburan Ditutup Permanen

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Batumarmar Borong Juara FTBI Jawa Timur 2026, Empat Bintang Juara Diarak Keliling Kecamatan

Berita Terbaru