Dinas Perpustakaan Sampang Gelar Workshop Naskah Kuno, 50 Peserta Telusuri Jejak Sejarah

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Workshop Naskah Kuno di Aula Santomerto, lantai 2 Perpustakaan Daerah (Perpusda) Sampang. (KLIKMADURA)

Suasana Workshop Naskah Kuno di Aula Santomerto, lantai 2 Perpustakaan Daerah (Perpusda) Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Sebanyak 50 peserta dari unsur pemerintah, pesantren, dan masyarakat umum mengikuti Workshop Naskah Kuno yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sampang.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Santomerto lantai 2 Perpustakaan Daerah (Perpusda) Sampang, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Moh. Ainur Ridho, M.Hum dan Mubti Shohib, M.H. Tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, peserta juga diajak mengenali secara langsung tiga naskah kuno yang ditemukan di Kabupaten Sampang.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tahapan identifikasi naskah kuno, proses pendaftaran hingga digitalisasi. Peserta juga berkesempatan melihat langsung naskah yang menjadi objek pembahasan sehingga materi yang disampaikan tidak berhenti pada penjelasan di dalam ruangan.

Baca juga :  Ketum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa Launching Majelis Dzikir Ahbabul Musthofa Al Hasani

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sampang, Hj. Chairijah, S.H., M.H., mengatakan workshop tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali keberadaan naskah kuno kepada masyarakat.

Menurut Chairijah, naskah kuno tidak sekadar berisi tulisan lama. Di dalamnya terdapat nilai dan pengetahuan yang belum tentu dapat dipahami oleh semua orang.

“Di tulisan atau coretan-coretan kecil di situ ada nilai-nilai yang tidak kita ketahui dan tidak semuanya bisa mengartikan. Di sinilah akan dibahas tentang pentingnya melestarikan naskah kuno,” ujar Chairijah.

Ia juga menyoroti masih adanya pandangan di tengah masyarakat yang menganggap naskah kuno sebagai benda sakral. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap naskah tersebut perlu diperluas agar keberadaannya dapat dilihat sebagai bagian dari warisan sejarah dan pengetahuan.

Baca juga :  SLB Apresiasi Kepedulian Polres Sampang terhadap Kaum Disabilitas

“Minimnya pemahaman masyarakat membuat banyak naskah dianggap sakral, tergantung bagaimana mereka memaknainya,” lanjutnya.

Selama workshop, peserta mendapat penjelasan bahwa naskah kuno dapat menjadi sumber untuk mengetahui berbagai hal mengenai sejarah, pemikiran, sastra hingga identitas budaya masyarakat Madura.

Dalam pembahasan juga disampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi dalam menjaga naskah kuno. Kondisi fisik naskah dapat mengalami kerusakan akibat kelembapan, jamur maupun serangan serangga, sementara kemampuan membaca aksara lama yang semakin terbatas turut menjadi tantangan tersendiri.

Tidak sedikit pula naskah yang belum terdata dengan baik. Karena itu, identifikasi dan pendaftaran menjadi bagian penting untuk mengenali sekaligus mendokumentasikan keberadaan naskah kuno.

Baca juga :  Sebelum Termin Kedua Cair, Proyek P3-TGAI Desa Kanjar Sampang Jadi Sorotan

Digitalisasi kemudian menjadi salah satu materi yang diperkenalkan kepada peserta. Langkah tersebut diperlukan agar informasi yang tersimpan dalam naskah tetap memiliki rekam digital dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya tanpa selalu bergantung pada kondisi fisik naskah asli.

Kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah, pesantren, dan masyarakat umum tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan selama workshop berlangsung.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sampang juga mendorong tumbuhnya perhatian masyarakat terhadap naskah kuno yang masih tersimpan di lingkungan mereka. (spg/nda)

Berita Terkait

Jelang Akhir Tahun, DPRD Sampang Pesimistis Pilkades Bisa Digelar Meski Anggaran Disiapkan
Penggeledahan Kasus Curanmor di Banyuates Berujung Temuan Plastik Kristal Diduga Sabu
Harga Garam di Sampang Jauh dari Harapan Petani
Kapolsek Camplong Soroti Bullying dan Kenakalan Remaja Saat Pimpin Upacara di SMPN 3
Rantai Pasok Garam Tersendat, Petani Sampang Pilih Timbun Hasil Panen Ketimbang Jual Murah
Wartawan Sampang Gelar Yasinan Doakan Lima Jurnalis Hilang Ditemukan dengan Selamat
Serapan Tembakau Sampang Masih Minim, Petani Cemas Harga Jatuh
Kasus Dugaan Penganiayaan di Ketapang Masuk Penyidikan, Terlapor Dua Kali Mangkir

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:21 WIB

Dinas Perpustakaan Sampang Gelar Workshop Naskah Kuno, 50 Peserta Telusuri Jejak Sejarah

Selasa, 15 September 2026 - 07:31 WIB

Jelang Akhir Tahun, DPRD Sampang Pesimistis Pilkades Bisa Digelar Meski Anggaran Disiapkan

Senin, 14 September 2026 - 09:22 WIB

Harga Garam di Sampang Jauh dari Harapan Petani

Senin, 14 September 2026 - 08:47 WIB

Kapolsek Camplong Soroti Bullying dan Kenakalan Remaja Saat Pimpin Upacara di SMPN 3

Senin, 14 September 2026 - 05:19 WIB

Rantai Pasok Garam Tersendat, Petani Sampang Pilih Timbun Hasil Panen Ketimbang Jual Murah

Berita Terbaru