PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur menyoroti rendahnya harga tembakau pada musim panen tahun ini. Padahal, tembakau yang dihasilkan petani di sejumlah wilayah Pamekasan dinilai memiliki kualitas tinggi.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih, tembakau yang dihasilkan di sejumlah kecamatan di wilayah Pamekasan masuk kategori tembakau gunung yang dikenal memiliki kualitas baik.
“Keluhan masyarakat yang kami dengarkan, harga tembakau tahun ini sangat murah. Padahal tembakau di tujuh kecamatan memiliki kualitas yang tinggi karena merupakan tembakau gunung, bukan tembakau sawah,” katanya.
Politisi dari partai berlambang ka’bah itu menyebut, ada sekitar tujuh kecamatan yang menjadi sentra tembakau berkualitas tinggi, diantaranya Batu Marmar, Waru, Pasean, Pakong, Kadur, Pegantenan dan Palengaan.
Menurutnya, karakteristik tembakau gunung di wilayah tersebut menjadi salah satu keunggulan yang seharusnya dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan harga pembelian tembakau petani.
“Ini yang perlu diperhatikan. Tembakau gunung dengan kualitas yang bagus seharusnya mendapatkan penghargaan dari sisi harga. Jangan sampai kualitasnya tinggi, tetapi harga yang diterima petani justru rendah,” ujarnya.
Ali Masykur meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk mencari solusi atas persoalan harga tersebut. Pemerintah dinilai perlu mempertemukan petani dengan pihak pembeli maupun perusahaan tembakau guna mencari harga yang lebih wajar.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi. Petani sudah mengeluarkan biaya besar untuk produksi, mulai dari pengolahan lahan, pupuk, obat-obatan hingga tenaga kerja. Jangan sampai setelah panen mereka justru mengalami kerugian karena harga yang murah,” ucapnya.
Ia menambahkan, persoalan harga tembakau tidak boleh dibiarkan berulang setiap musim panen. Menurutnya, perlu ada langkah konkret untuk menciptakan tata niaga tembakau yang memberikan kepastian dan perlindungan kepada petani.
“Jangan hanya petani yang menanggung risiko. Ketika kualitas tembakaunya bagus, tentu harus ada harga yang layak. Pemerintah harus duduk bersama petani dan pihak pembeli untuk mencari solusi terbaik,” tandasnya. (ibl/nda).














