Kejari Periksa 20 Saksi Kasus Dugaan Penggelapan PPh Pegawai RSUD Sampang, Kerugian Negara Berpotensi Membengkak

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga berada di halaman RSUD dr Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Sejumlah warga berada di halaman RSUD dr Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Penyidikan dugaan penggelapan pajak penghasilan (PPh) pegawai di RSUD dr Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

Meski telah memasuki tahap penyidikan, perkara yang berkaitan dengan pengelolaan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu belum sampai pada penetapan tersangka.

Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dengan memeriksa sejumlah saksi. Hingga Rabu (5/8), sekitar 20 orang telah dimintai keterangan untuk mengungkap konstruksi perkara tersebut.

Kasi Intel Kejari Sampang, Diecky Eka Koes Andriansyah, mengatakan bahwa proses penyidikan masih berjalan dan terus dikembangkan.

“Perkara ini masih terus kami proses lebih lanjut,” katanya.

Dalam perjalanannya, penyidikan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sebab, masih ada sejumlah saksi yang tidak memenuhi panggilan penyidik sehingga proses pemeriksaan belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Meski demikian, Diecky belum mengungkapkan jumlah saksi yang mangkir.

Baca juga :  Aktivis Ultimatum Kejari Sampang: Tuntaskan Kasus BOS SMKN 1 atau Naik ke Kejagung!

Menurut dia, penyidik juga harus menyesuaikan mekanisme pemeriksaan dengan ketentuan perundang-undangan yang baru. Perkara tersebut ditangani pada masa transisi regulasi sehingga terdapat sejumlah perubahan prosedur, salah satunya mengenai pendampingan hukum bagi saksi.

“Sehingga harus menyesuaikan dengan undang-undang yang baru. Contohnya, dulu saksi tidak perlu didampingi advokat. Sesuai undang-undang yang baru, saksi wajib didampingi advokat,” jelasnya.

Meski demikian, pemeriksaan tetap dapat dilaksanakan apabila saksi memilih tidak didampingi advokat. Namun, yang bersangkutan wajib membuat berita acara penolakan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain memeriksa saksi, Kejari Sampang juga melibatkan tim ahli untuk memperkuat proses penyidikan. Tim tersebut terdiri atas ahli perpajakan serta auditor dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Penyidik juga berkoordinasi dengan Inspektorat Sampang dalam proses audit perkara tersebut.

Baca juga :  Komisi II DPRD Sampang Dukung Pengesahan Perpres Penyederhanaan Rantai Distribusi Pupuk

Diecky menjelaskan, audit yang dilakukan memiliki tiga klasifikasi, yakni audit umum, audit tujuan tertentu, dan audit investigasi.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Sampang sebelumnya, ditemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp3,3 miliar. Namun, angka tersebut belum bersifat final karena saat ini masih dilakukan penghitungan ulang dalam proses penyidikan.

“Sepertinya ada potensi lebih dari itu. Tapi, kami belum bisa menjelaskan secara terperinci karena masih dalam proses penghitungan oleh tim auditor,” ungkap Diecky.

Kejari Sampang memastikan penanganan perkara tersebut menjadi salah satu prioritas. Penyidik menargetkan seluruh proses penyidikan dapat dituntaskan pada tahun ini.

“Komitmen kami, kasus ini akan dituntaskan tahun ini,” tegasnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Sampang, Ariwibowo Sulistyo, menegaskan bahwa proses penanganan perkara sepenuhnya telah diserahkan kepada Kejari Sampang.

Baca juga :  Kejati Jatim Limpahkan Kasus Dugaan Korupsi Wamira Mart ke Kejari Pamekasan, Akankah Ada Tersangka?  

Dalam perkara dugaan penggelapan PPh senilai Rp3,3 miliar tersebut, Inspektorat bertindak sebagai pelapor yang mewakili Pemerintah Kabupaten Sampang.

Menurut Ariwibowo, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila hasil penyidikan nantinya menemukan nilai kerugian negara yang lebih besar dibandingkan hasil audit sebelumnya.

Sebab, saat proses audit dilakukan masih terdapat sejumlah surat pertanggungjawaban (SPj) yang belum dapat diperoleh secara lengkap.

“Ada beberapa SPj yang tidak bisa kami hitung nilai kerugiannya karena tidak dipenuhi saat kami meminta. Mungkin ketika diminta penyidik kejari, pihak terkait menyerahkan SPj yang lebih lengkap,” tandasnya.

Karena itu, nilai kerugian negara sebesar Rp3,3 miliar masih menjadi angka sementara. Besaran kerugian negara yang sesungguhnya akan ditentukan berdasarkan hasil penghitungan tim auditor yang kini mendampingi proses penyidikan Kejari Sampang. (ali/nda)

Berita Terkait

Aksi di Kejari Sampang Memanas, Gerbang Rusak hingga Diskusi Berujung Buntu
Kasipidum Kejari Sampang Nilai Pengajuan JC Moh. Fadeli Tidak Layak Diterima
Tujuh Medali dari Lapangan Tembak, Atlet Sampang Makin Tajam di POPDA XV Jatim 2026
Pemkab Sampang Bidik Pertashop Jadi Pertamina Compact, Persyaratan Masih Jadi Ganjalan
655 Titik PJU Telan Anggaran Rp11,3 Miliar, Dishub Sampang Bidik Jalan Poros Desa
Bendahara RSUD Sampang Jadi Tersangka, GAIB Gelar Tumpengan di Kantor Kejari dan Desak Tersangka Baru
Resmi Jadi Ketua Gerindra Sampang, Ra Wabup Mahfudz segera Lakukan Konsolidasi
Molor Hampir 4 Jam, Rapat Paripurna DPRD Sampang Hanya Dihadiri 24 Anggota

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:38 WIB

Aksi di Kejari Sampang Memanas, Gerbang Rusak hingga Diskusi Berujung Buntu

Jumat, 6 November 2026 - 05:27 WIB

Kasipidum Kejari Sampang Nilai Pengajuan JC Moh. Fadeli Tidak Layak Diterima

Jumat, 6 November 2026 - 03:19 WIB

Tujuh Medali dari Lapangan Tembak, Atlet Sampang Makin Tajam di POPDA XV Jatim 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:35 WIB

Pemkab Sampang Bidik Pertashop Jadi Pertamina Compact, Persyaratan Masih Jadi Ganjalan

Rabu, 4 November 2026 - 06:42 WIB

655 Titik PJU Telan Anggaran Rp11,3 Miliar, Dishub Sampang Bidik Jalan Poros Desa

Berita Terbaru