Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas di Sreseh Resmi Naik Tahap Penyidikan

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Polres Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Kantor Polres Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas mental di Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, resmi memasuki proses hukum.

Seorang pria berinisial S (62) yang diketahui merupakan tetangga korban kini dilaporkan ke Polres Sampang dan perkaranya telah naik ke tahap penyidikan.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/261/VIII/2026/SPKT/POLRES SAMPANG/POLDA JAWA TIMUR dan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sampang pada Selasa (4/8/2026). Dengan diterimanya laporan itu, penyidik mulai melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendalami dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

Berdasarkan laporan polisi, dugaan peristiwa terjadi pada September 2025 sekitar pukul 22.00 WIB di belakang rumah korban di wilayah Kecamatan Sreseh. Saat itu korban hendak menuju kamar mandi yang berada di samping rumahnya sebelum kemudian mengalami dugaan peristiwa yang kini diproses secara hukum.

Setelah keluar dari kamar mandi, korban melihat seorang laki-laki berada di sekitar musala yang terletak di belakang rumah sambil membawa senter. Korban yang mengira orang tersebut hendak melakukan pencurian kemudian mendekatinya untuk memastikan situasi di sekitar rumah.

Baca juga :  Rudi NasDem Ketua Sementara, Istri Haji Ab Wakil, Berikut Daftar Lengkap Anggota DPRD Sampang Periode 2024 - 2029

Namun, berdasarkan uraian dalam laporan polisi, laki-laki tersebut diduga menarik tangan korban secara paksa hingga terjatuh ke tanah. Dalam kondisi itu, korban disebut mengalami dugaan kekerasan seksual sebagaimana yang dilaporkan kepada kepolisian.

Sumber yang mengetahui laporan perkara tersebut menyebut korban sempat memberikan perlawanan saat dugaan peristiwa terjadi. Namun, upaya tersebut disebut tidak berhasil karena korban tidak mampu mengimbangi tenaga terlapor.

“Korban sempat melakukan perlawanan, namun tidak mampu karena kalah tenaga,” ujar sumber tersebut, Rabu (5/8/2026).

Laporan polisi juga memuat dugaan bahwa terlapor kembali berupaya melakukan perbuatan serupa setelah peristiwa pertama. Upaya tersebut disebut tidak berlanjut karena korban menolak hingga akhirnya terlapor meninggalkan lokasi.

Baca juga :  Kawal Program MBG, PMMKP Gandeng ACCESS Lakukan Penelitian Anak Usia Dini

Perkara itu kemudian terungkap setelah korban diketahui dalam kondisi hamil dengan usia kandungan sekitar tujuh bulan. Kondisi tersebut menjadi bagian penting yang mengungkap dugaan peristiwa yang sebelumnya tidak langsung dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Selain mengalami kehamilan, korban juga disebut mengalami trauma akibat dugaan peristiwa tersebut. Korban dikabarkan memilih membatasi interaksi dengan lingkungan sekitar karena merasa takut dan malu.

Polres Sampang membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana tersebut dan memastikan proses hukum terus berjalan. Penyidik juga telah meminta keterangan dari korban sebagai bagian dari tahapan penyidikan.

Kanit Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang, Ipda Poundra Kinan Aditama, melalui Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyampaikan, pemeriksaan terhadap korban telah dilakukan. Menurutnya, perkara tersebut kini telah resmi naik ke tahap penyidikan.

Baca juga :  Bidik Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gebyar Batik 2022, Polres Pamekasan Minta Inspektorat Lakukan Audit

“Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan terhadap korban. Saat ini statusnya sudah naik ke tahap penyidikan,” kata AKP Eko.

Dengan naiknya status perkara ke tahap penyidikan, penyidik akan mendalami dugaan tindak pidana tersebut melalui pengumpulan alat bukti dan keterangan para pihak.

Proses tersebut dilakukan untuk menentukan langkah hukum berikutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam laporan polisi, terlapor disangkakan melanggar Pasal 6 huruf c Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual juncto Pasal 473 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Hingga Rabu (5/8/2026), perkara tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Sampang.

Status S dalam perkara ini masih sebagai terlapor dan belum dinyatakan bersalah. Dugaan tindak pidana yang dilaporkan tersebut masih dalam proses penyidikan kepolisian untuk mengungkap fakta hukum secara utuh. (ali/nda)

Berita Terkait

Bendahara RSUD Sampang Jadi Tersangka, GAIB Gelar Tumpengan di Kantor Kejari dan Desak Tersangka Baru
Resmi Jadi Ketua Gerindra Sampang, Ra Wabup Mahfudz segera Lakukan Konsolidasi
Molor Hampir 4 Jam, Rapat Paripurna DPRD Sampang Hanya Dihadiri 24 Anggota
Cegah Pelanggaran Prajurit, Kodim 0828/Sampang Perkuat Kesadaran Hukum Personel
Kejari Sampang Tahan Bendahara RSUD Mohammad Zyn Atas Dugaan Korupsi Dana BLUD
Kuasa Hukum Eks Kadisdik Desak Ada Tersangka Baru, Kajari Sampang Buka Peluang Penambahan
Tak Hanya Dugaan Penggelapan, Bripka W Juga Dilaporkan ke Paminal Polres Sampang Terkait Permintaan Uang
Diduga Ada Manipulasi LPDH, 26 SPPG di Sampang Terancam Disetop BGN

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:32 WIB

Bendahara RSUD Sampang Jadi Tersangka, GAIB Gelar Tumpengan di Kantor Kejari dan Desak Tersangka Baru

Senin, 2 November 2026 - 13:30 WIB

Resmi Jadi Ketua Gerindra Sampang, Ra Wabup Mahfudz segera Lakukan Konsolidasi

Senin, 2 November 2026 - 08:31 WIB

Molor Hampir 4 Jam, Rapat Paripurna DPRD Sampang Hanya Dihadiri 24 Anggota

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Cegah Pelanggaran Prajurit, Kodim 0828/Sampang Perkuat Kesadaran Hukum Personel

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Kejari Sampang Tahan Bendahara RSUD Mohammad Zyn Atas Dugaan Korupsi Dana BLUD

Berita Terbaru