PAMEKASAN || KLIKMADURA – Realisasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Pamekasan hingga kini belum menunjukkan kejelasan.
Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan telah mengusulkan tiga desa sebagai calon lokasi, keputusan dari pemerintah pusat masih dinantikan.
Kepala Dinas Perikanan Pamekasan Abdul Fata mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya telah melakukan survei lapangan. Survei tersebut meliputi peninjauan lokasi hingga kondisi topografi di wilayah yang diusulkan.
Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari hasil survei tersebut. Pemkab Pamekasan pun masih menunggu kepastian terkait pelaksanaan program nasional tersebut.
“Secara teknis kami sudah siap. Survei juga sudah dilakukan, tetapi sampai sekarang belum ada informasi lanjutan. Harapannya, program ini bisa segera dieksekusi agar manfaatnya cepat dirasakan oleh masyarakat nelayan,” katanya.
Abdul Fata menjelaskan, terdapat tiga desa yang diusulkan sebagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. Ketiganya adalah Desa Padelegan di Kecamatan Pademawu, Desa Branta Tinggi di Kecamatan Tlanakan, dan Desa Lesong Daya di Kecamatan Batumarmar.
Menurutnya, tiga desa tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena itu, pemerintah daerah berharap program tersebut segera direalisasikan.
“Betul, ketiga wilayah itu dinilai telah memenuhi persyaratan utama yang ditetapkan KKP,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Nelayan Indonesia (ANI) Pamekasan Muhammad Wardan menilai program tersebut memiliki potensi besar meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Namun, dia mengingatkan agar penentuan lokasi dilakukan secara cermat dan sesuai kebutuhan masyarakat pesisir.
“Programnya bagus, tetapi jangan sampai penentuan lokasi tidak tepat sasaran. Harus dikaji secara menyeluruh, terutama dari aspek kebutuhan nelayan dan keberlanjutan aktivitas perikanan,” tandasnya. (ibl/nda)













