UTM dan Pemkab Sampang Kompak Perjuangkan Trunojoyo Jadi Pahlawan Nasional

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UTM, Prof Safi menyerahkan cinderamata kepada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi didampingi para wakil rektor dan pejabat Pemkab Sampang. (ISTIMEWA)

Rektor UTM, Prof Safi menyerahkan cinderamata kepada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi didampingi para wakil rektor dan pejabat Pemkab Sampang. (ISTIMEWA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama Pemerintah Kabupaten Sampang mulai mematangkan langkah besar untuk memperjuangkan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional.

Komitmen itu mengemuka dalam kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan UTM ke Pendopo Kabupaten Sampang, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang tersebut dipimpin langsung Rektor UTM Prof. Safi’.

Agenda itu tidak sekadar silaturahmi kelembagaan, tetapi menjadi ruang strategis menyatukan kekuatan akademik dan pemerintah daerah demi mendorong pengakuan negara terhadap tokoh besar Madura tersebut.

Prof. Safi’ menegaskan, Trunojoyo merupakan sosok penting dalam sejarah perjuangan bangsa yang layak memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Karena lahir dan besar di Kabupaten Sampang, pemerintah daerah dinilai memiliki posisi sentral dalam proses pengusulan tersebut.

Baca juga :  Sengketa Lahan Sekolah di Pamekasan Memanas, Ahli Waris Ancam Tempuh Jalur Hukum

“Kunjungan ini pertama-tama adalah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kolaborasi. Secara khusus, kami juga membahas langkah-langkah persiapan pengusulan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional. Karena beliau lahir dan besar di Sampang, tentu pemerintah daerah memiliki posisi yang sangat penting dalam proses ini,” ujarnya.

Menurut dia, UTM memiliki tanggung jawab moral sekaligus akademik untuk ikut mengawal perjuangan tersebut. Terlebih, kampus negeri di Madura itu menggunakan nama Trunojoyo sebagai identitas institusi.

“Sebagai kampus yang menggunakan nama Trunojoyo, kami merasa memiliki kewajiban moral dan intelektual untuk ikut memperjuangkan pengakuan negara terhadap jasa beliau. Tahun ini tahapan pengusulan memang telah terlewati, sehingga kami menargetkan proses administrasi dan persiapan dilakukan pada akhir tahun ini untuk diajukan pada tahun depan,” jelasnya.

Baca juga :  Ngopi Bareng Ratusan Jurnalis, Kapolres Pamekasan Beri Pesan Menohok!!

Dukungan penuh disampaikan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi. Menurutnya, perjuangan menjadikan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya persoalan administratif, tetapi bagian dari menjaga marwah sejarah dan identitas masyarakat Madura.

“Ini bukan semata-mata tentang gelar, tetapi bagaimana kita menjaga sejarah, merawat identitas, dan memastikan tokoh besar Madura mendapatkan tempat yang layak dalam sejarah nasional. Pemerintah daerah siap mendukung penuh, baik dari sisi data, kajian akademik, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ungkapnya.

Bupati yang akrab disapa Aba Idi itu juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pembangunan berbasis riset dan penguatan karakter daerah.

Baca juga :  Disambut Musik Daul dan Tarian Madura, AKBP Anang Hardiyanto Resmi Nahkodai Polres Sampang

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berkutat pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan pelestarian nilai-nilai lokal Madura.

Selain membahas pengusulan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional, pertemuan tersebut juga membicarakan sejumlah peluang kerja sama strategis lain.

Mulai dari penyusunan kajian akademik, pengembangan sumber daya manusia, program beasiswa, hingga dukungan kebijakan pembangunan berbasis riset.

Sinergi UTM dan Pemkab Sampang itu menjadi sinyal kuat bahwa pengusulan Trunojoyo tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial.

Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan menjadi gerakan bersama masyarakat Madura untuk memperjuangkan pengakuan nasional terhadap salah satu tokoh terbesar dari Pulau Garam. (nda)

Berita Terkait

Dorong Efektivitas Penyaluran Bansos, Kades Taman Sareh Dukung Penerapan Face Recognition
Investor China dan UEA Masuk Madura, Pemkab dan DPRD Sampang Soroti Kesiapan Daerah
HMI Sampang Datangi DPMD, Adukan Sejumlah Pj Kades Jarang Ngantor
Diduga Akibat Patah Hati, Pemuda Sampang Gantung Diri di Kamar Mandi
Lansia Pikun Ditemukan Tak Bernyawa di Persawahan Jrengik Sampang setelah Empat Hari Hilang
Selamat dari Tragedi Tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Warga Banyuates Disambut Tangis Keluarga
Live TikTok Bongkar Jejak Pria yang Diduga Gelapkan Motor di Kecamatan Banyuates
Dinas Perpustakaan Sampang Gelar Workshop Naskah Kuno, 50 Peserta Telusuri Jejak Sejarah

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:46 WIB

Dorong Efektivitas Penyaluran Bansos, Kades Taman Sareh Dukung Penerapan Face Recognition

Jumat, 18 September 2026 - 10:44 WIB

Investor China dan UEA Masuk Madura, Pemkab dan DPRD Sampang Soroti Kesiapan Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 04:43 WIB

HMI Sampang Datangi DPMD, Adukan Sejumlah Pj Kades Jarang Ngantor

Jumat, 18 September 2026 - 04:29 WIB

Diduga Akibat Patah Hati, Pemuda Sampang Gantung Diri di Kamar Mandi

Kamis, 17 September 2026 - 10:45 WIB

Lansia Pikun Ditemukan Tak Bernyawa di Persawahan Jrengik Sampang setelah Empat Hari Hilang

Berita Terbaru

Opini

Imajinasi Pemekaran Kabupaten Kepulauan Kangean

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:55 WIB