PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kondisi Jembatan Blumbungan yang menghubungkan Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan dengan Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, kian memprihatinkan.
Selain sempit, sejumlah bagian jembatan mulai mengalami kerusakan. DPRD Pamekasan pun mengusulkan agar jembatan tersebut segera dibangun kembali.
Ketua Komisi III DPRD Pamekasan, Ahmad Fauzi mengungkapkan, keluhan masyarakat terkait jembatan tersebut hampir selalu muncul setiap dirinya turun ke lapangan.
“Setiap turlap, masyarakat selalu mengeluhkan kondisi jembatan. Lebarnya kurang, sementara kendaraan berat juga melintas. Itu jalan utama,” ujarnya.
Menurut Fauzi, kondisi fisik jembatan sudah tidak layak. Pegangan jembatan mulai berkarat dan lapuk, sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan.
Ia menyebut, usulan pembangunan ulang sebenarnya sudah disampaikan ke dinas terkait dan mendapat respons positif. Namun, keterbatasan anggaran membuat proyek tersebut belum bisa direalisasikan pada tahun 2026.
“Sudah disetujui, tapi belum bisa dibangun tahun ini karena anggaran minim,” jelas politisi Partai Demokrat itu.
Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan tersebut berkisar antara Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
Dengan kebutuhan anggaran yang cukup besar, Fauzi menilai pembangunan kemungkinan baru bisa direalisasikan pada tahun mendatang.
“Mungkin tahun depan bisa. Yang penting kita sampaikan dulu sebagai ancang-ancang,” katanya.
Fauzi menegaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat. Selain menjadi akses utama, juga berpengaruh terhadap sektor pendidikan, kesehatan, hingga perputaran ekonomi warga.
Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal usulan tersebut agar dapat segera direalisasikan.
“Ini aspirasi masyarakat. Kami akan terus kawal agar bisa terealisasi,” tandasnya. (enk/nda)
















