PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Ali Masykur, menyerap aspirasi wali murid dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum II Baled Dhajah (Dubaja) Islamic Boarding School terkait kebutuhan layanan kesehatan bagi para santri.
Aspirasi tersebut mencuat lantaran selama ini santri yang mengalami gangguan kesehatan harus dibawa ke Puskesmas Batumarmar dengan jarak tempuh sekitar 9,7 kilometer berdasarkan perhitungan Google Maps.
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan, terutama ketika santri membutuhkan penanganan medis secara cepat dan darurat.
Terlebih, jumlah santri yang menimba ilmu di pondok pesantren tersebut mencapai sekitar 750 orang.
“Aspirasi wali murid dan para pengasuh pondok pesantren memohon agar disediakan satu tenaga medis yang bisa menjadi pusat layanan kesehatan bagi santri di Baled Dhajah,” kata Ali Masykur saat memberikan sambutan pada Wisuda ke-XIX Pondok Pesantren Darul Ulum II Baled Dhajah (Dubaja).
Politisi dari partai berlambang ka’bah itu menegaskan, keberadaan tenaga medis di lingkungan pesantren sangat penting sebagai bentuk pertolongan pertama ketika santri mengalami gangguan kesehatan.
“DPRD Pamekasan akan mendorong aspirasi ini agar mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Pesantren memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan sekaligus pembentukan karakter generasi muda,” tegasnya.
Kegiatan wisuda tersebut juga dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman. Ia memberikan respons positif atas aspirasi yang disampaikan.
Bahkan, orang nomor satu di Kota Gerbang Salam itu tampak mengacungkan jempol saat Ketua DPRD menyampaikan aspirasi wali murid dan pengasuh di hadapan ratusan santri serta wali murid.
Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pesantren secara berkelanjutan.
Menurutnya, Pemkab Pamekasan telah memiliki program pembangunan pesantren, termasuk penyediaan infrastruktur penunjang.
“Kami memiliki program untuk membangun pesantren dengan baik, termasuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan, terutama perbaikan lingkungan di pondok pesantren,” tandasnya. (ibl/nda)














