PAMEKASAN | KLIKMADURA – Universitas Islam Madura (UIM) terus berinovasi dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Salah satunya melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang telah berjalan sejak 2023.
Program tersebut kembali dibuka secara resmi sebagai salah satu jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UIM Tahun Akademik 2026–2027.
Rektor UIM Dr. H. Ahmad, S.Ag., M.Pd., melalui Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) UIM Dr. Muhsi, M.T., menjelaskan bahwa RPL merupakan proses seleksi mahasiswa dengan mekanisme pengakuan atas pengalaman kerja atau riwayat pendidikan sebelumnya.
“Pengalaman kerja maupun riwayat kuliah calon mahasiswa akan direkognisi menjadi mata kuliah yang ada di UIM. Mahasiswa tidak perlu mengulang mata kuliah tersebut sehingga masa studi bisa lebih singkat dibandingkan mahasiswa reguler,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Dr. Muhsi menyampaikan, sebelum melakukan pendaftaran, calon mahasiswa RPL diwajibkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan ketua program studi sesuai bidangnya.

Hal tersebut bertujuan untuk menilai kesesuaian pengalaman kerja atau mata kuliah yang pernah ditempuh sebelumnya.
“Jika persyaratan administrasi dinyatakan lengkap, calon mahasiswa dapat langsung mendaftar. Proses pendaftarannya sama seperti jalur reguler, hanya ditambahkan dokumen rekognisi pengalaman kerja atau transkrip nilai dari perguruan tinggi sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam program RPL maksimal 75 persen dari total Satuan Kredit Semester (SKS) dapat direkognisi.
Untuk jenjang S1 dengan total 144 SKS, sekitar 100 SKS bisa direkognisi. Dengan demikian, mahasiswa hanya perlu menempuh sekitar 44 SKS di UIM.
“Dengan skema tersebut, mahasiswa RPL bisa lulus dalam waktu satu tahun, atau paling lama satu setengah tahun. Tiga semester sudah bisa lulus,” ucapnya.
Dr. Muhsi juga menyebutkan, jumlah mahasiswa yang masuk melalui program RPL pada semester ganjil 2024–2025 mencapai 45 orang. Sementara pada semester ganjil 2025–2026 tercatat sebanyak 33 mahasiswa.
Melalui program ini, UIM membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Tidak ada batasan kuota untuk program RPL ini. Siapa pun yang memenuhi persyaratan kami persilakan untuk mendaftar,” tandasnya. (ibl/nda)














