PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, berdampak terhadap 11 rumah dengan 13 kepala keluarga (KK).
Hingga saat ini, sebanyak 47 warga terpaksa bertahan di tenda pengungsian karena kondisi tanah di lokasi masih terus bergerak.
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, mengatakan bencana tanah bergerak di Desa Sana Daja sudah terjadi sebanyak empat kali. Pemerintah daerah sejak lama telah mengimbau warga agar bersedia direlokasi, namun sebelumnya belum mendapat persetujuan.
“Tanah bergerak ini sudah yang keempat kalinya. Sejak dulu warga sudah kami imbau untuk relokasi, tapi saat itu belum berkenan. Sepertinya sekarang mereka sudah mau,” ungkapnya saat meninjau lokasi, Sabtu (17/1).
Saat ini, Pemkab Pamekasan masih mencari lahan tanah kas desa (TKD) yang memungkinkan untuk dijadikan lokasi relokasi.
Namun, Desa Sana Daja tidak memiliki TKD, sehingga opsi penempatan sementara mengarah ke Desa Sana Laok atau Desa Sana Tengah.
“Kami masih mencari lokasi yang aman. Kalau warga berkenan direlokasi, kami juga sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait dukungan anggaran,” jelasnya.
KH. Kholilurrahman berharap warga bersedia direlokasi demi keselamatan jangka panjang. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda longsor agar dapat segera ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sementara itu, Kepala Desa Sana Daja, Uswatun Ekasamah, menyampaikan bahwa puluhan warganya saat ini menempati dua tenda besar yang disediakan untuk korban terdampak bencana.
“Kondisinya memang tidak memungkinkan untuk kembali ke rumah. Harus setuju direlokasi demi keselamatan bersama. Semoga segera direalisasikan dan ke depannya mendapatkan solusi terbaik,” pungkasnya. (enk/nda)














