SUMENEP || KLIKMADURA — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Silaturrahim dan Ta’aruf Pengurus Harian Tanfidziyah bersama pengurus lembaga dan Aswaja Center, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan tersebut dalam rangka meneguhkan komitmen untuk terus membentengi faham Ahlussunnah wal Jamaah beserta lima pilarnya. Sikap tawassuth, tawazun, tasamuh, I’tidal dan amar ma’ruf nahi munkar kembali dipertegas sebagai arah gerakan jamiyah.
“Kita terpanggil untuk selalu berkhidmat sebagai bentuk terima kasih kepada para muassis yang telah mengatur perilaku dan cara kita beragama sejak kecil,” ujar Ketua PCNU Sumenep terpilih, KH. Md Widadi Rahim.
PCNU Sumenep menegaskan bahwa NU bukan organisasi profit, melainkan organisasi pengabdian yang menuntut keikhlasan. Struktur kepengurusan baru disusun dengan standar penilaian ketat yang mencakup enam aspek utama.
“NU bukan lembaga profit, tetapi wadah pengabdian yang mengharuskan setiap pengurus siap melayani umat,” tegas KH. Widadi.
Komposisi kepengurusan kali ini didominasi oleh 80 persen kader usia produktif dengan pendidikan mulai sarjana hingga doktor. PCNU menilai, formasi tersebut sebagai langkah strategis untuk menyiapkan NU menghadapi tantangan zaman.
“Ini ikhtiar besar agar NU Sumenep mampu bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan yang semakin cepat,” kata KH. Widadi.
Rencana strategis PCNU Sumenep dirumuskan berdasarkan serap aspirasi dari nahdliyin di berbagai kecamatan. Tiga fokus utama menjadi prioritas, yaitu ekonomi dan kesejahteraan, pendidikan dan pesantren, serta kesehatan dan sosial.
“Semoga rencana strategis ini mampu mengokohkan peran NU dan benar-benar membawa manfaat nyata kepada masyarakat luas,” tutur KH. Widadi.
Selain itu, PCNU Sumenep telah menetapkan tujuh pilar khidmah sebagai arah kerja seluruh lembaga di bawah naungan organisasi. Pilar tersebut meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan pertanian.
Lalu, pengembangan pemikiran keagamaan, bahsul masail perempuan, seni dan kebudayaan, serta pelayanan kesehatan, lingkungan hidup, hukum, dan publik.
“Setiap lembaga akan bekerja sesuai mandatnya agar khidmah PCNU Sumenep lebih terukur dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelas KH. Widadi.
Pada akhir sambutannya, KH. Widadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang bersedia mengabdikan diri. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjadi jalan kebaikan bagi jamiyah dan umat.
“Terima kasih atas kesediaannya berkhidmah kepada jamiyah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (nda)














