Ngeri! Kadis hingga Kades Diduga Bergerilya untuk Menangkan Calon Bupati Sumenep

- Jurnalis

Minggu, 6 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Sumenep, Fauzi As.

Aktivis Sumenep, Fauzi As.

SUMENEP || KLIKMADURA – Isu keberpihakan aparatur sipil negara (ASN) menjelang Pilkada Sumenep 2024 mulai mencuat. Kepala dinas, camat hingga kepala desa diduga bergerilya untuk memenangkan salah satu pasangan calon (paslon).

Dugaan tersebut disampaikan aktivis Sumenep, Fauzi As. Menurut dia, terjadi mobilisasi kepada desa untuk kepentingan pemenangan salah satu paslon.

Mobilisasi kades itu salah satunya, terjadi di Kecamatan Gapura. Menurut informasi yang didapat oleh Fauzi As, mobilisasi para kades juga terjadi di beberapa wilayah kecamatan lainnya.

“Konsolidasi ini tentu bukan untuk kepentingan kerakyatan atau kepentingan masyarakat, tapi untuk kepentingan politik dalam Pilkada 2024,” katanya dengan tegas.

Baca juga :  Aduan Soal Warga Meninggal Masuk DPT dan Surat Suara Tercoblos Tak Digubris, Saksi Paslon Mandat Kecewa

Fauzi juga memiliki bukti dugaan ketidaknetralan camat. Bentuk ketidaknetralan itu misalnya berupa story WhatsApp camat yang mengunggah gambar paslon tertentu.

Selain camat, kepala dinas pun melakukan gelagat yang sama. Fauzi mencontohkan ada salah satu kepala dinas yang kedapatan mengunggah stori WA bergambar paslon saat menerima rekomendasi dari parpol.

Mestinya, para pejabat dan aparatur sipil negara harus memberikan contoh dan etika berpolitik yang baik. Yakni, tidak berpihak ke paslon mana pun, apalagi sampai ditunjukkan di muka publik.

“Saya tidak paham kenapa tiba-tiba moralitas pejabat itu menjadi rusak,” kata aktivis yang juga sangat peduli terhadap UMKM itu.

Baca juga :  Bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, Aliansi Nelayan Layangkan Tuntutan Tolak Tambang Migas!

Bahkan, Fauzi As mendapat informasi bahwa salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) sedang menggarap quick qount atau hitung cepat. Diduga kuat, hitung cepat itu untuk kepentingan salah satu paslon.

Pria berambut gondrong itu berharap, ASN dan para pejabat di lingkungan Pemkab Sumenep segera menghentikan praktik-praktik yang mengarah pada ketidaknetralan.

Sebab, tindakan tersebut bukan hanya merugikan orang banyak. Melainkan, merusak citra demokrasi di kabupaten berjuluk Kota Keris itu. (pen)

Berita Terkait

Lakpesdam “Kongkow” Lintas Generasi, Arah Program Kerja Tunduk Pada Mandat Warga Nahdliyin
Pelayanan RSUD Moh. Anwar Sumenep Semakin Optimal, Pasien Beri Apresiasi
Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya, Diduga Korupsi BUMDes Fiktif dan Proyek Desa
Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Rapat Bersama Antar Lembaga, Perkuat Sinergi Program Menjelang Raker
RSUD Moh. Anwar Sumenep Tancap Gas, dr. Erliyati Bawa Lompatan Besar Layanan Kesehatan
Suntik Modal Rp3,2 Miliar ke BPRS Bhakti Sumekar, Komitmen Pemkab Sumenep Genjot Ekonomi Produktif
Bupati Fauzi Komitmen Hilirisasi, Petani Garam Beri Apresiasi
Berkat Kepemimpinan Visioner Bupati Ahmad Fauzi Wongsojudo, Warga Sumenep Nikmati Layanan Kesehatan Gratis hingga Luar Daerah

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:01 WIB

Lakpesdam “Kongkow” Lintas Generasi, Arah Program Kerja Tunduk Pada Mandat Warga Nahdliyin

Jumat, 24 April 2026 - 08:10 WIB

Pelayanan RSUD Moh. Anwar Sumenep Semakin Optimal, Pasien Beri Apresiasi

Kamis, 23 April 2026 - 11:29 WIB

Kejari Sumenep Tahan Kades Pragaan Daya, Diduga Korupsi BUMDes Fiktif dan Proyek Desa

Minggu, 19 April 2026 - 09:24 WIB

Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Rapat Bersama Antar Lembaga, Perkuat Sinergi Program Menjelang Raker

Senin, 13 April 2026 - 07:54 WIB

RSUD Moh. Anwar Sumenep Tancap Gas, dr. Erliyati Bawa Lompatan Besar Layanan Kesehatan

Berita Terbaru