Raden Panji Mujahid Ansori Nyalon Wakil Bupati, Achmad Baidowi Terancam Gigit Jari

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 7 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA || KLIKMADURA – Keputusan DPP Gerindra mengusung RB. Fattah Jasin dan RP. Mujahid Ansori pada Pilkada Pamekasan cukup memporak-porandakan peta politik yang sudah tertata.

Deklarasi dukungan terhadap Achmad Baidowi sebagai bakal calon bupati yang digaungkan politisi PDI Perjuangan MH. Said Abdullah bersama DPC PPP dan DPD PAN Pamekasan beberapa waktu lalu seakan hambar.

Pasalnya, kekuatan utama pada tiga partai yang mendukung Achmad Baidowi itu berada di PPP dengan perolehan 7 kursi dewan. Sementara, PDI Perjuangan hanya memeroleh 2 kursi dan PAN 1 kursi.

Baca juga :  30 Tahun Mengabdi di PPP Tapi Tak Dapat Rekomendasi, KH. Mujahid Ansori: Saya Hormati Keputusan Partai

Sementara, RP. Mujahid Ansori yang resmi diusung Partai Gerindra merupakan kader senior PPP. Bahkan, saat sekarang masih aktif menjabat Wakil Ketua DPW PPP Jawa Timur.

“Majunya Kiai Mujahid Ansori sebagai bakal calon wakil bupati Pamekasan, itu menandakan bahwa rekomendasi PPP belum tentu akan turun pada Achmad Baidowi,” kata analis politik Ismail Syahroni.

Politik memang sangat dinamis. Bisa jadi, DPP PPP akan mengeluarkan rekomendasi untuk Achmad Baidowi sebagai bakal calon bupati. Namun, bisa pula rekomendasi turun kepada Kiai Mujahid.

Sebab, keduanya sama-sama kader yang loyal dan berkontribusi membesarkan partai. Namun, jika rekomendasi tersebut jatuh pada Kiai Mujahid, maka Achmad Baidowi terancam gigit jari.

Baca juga :  Masuk Tindak Pidana Murni, Kasus Pengrusakan Mangrove Tak Bisa Diselesaikan Melalui Mediasi

Sebab, selama ini yang secara terang-terangan mendukung Achmad Baidowi hanya PDI Perjuangan dan PAN. “Tanpa rekomendasi dari PPP, PDI Perjuangan dan PAN tidak bisa mengusung calon bupati,” katanya.

Meski demikian, Ismail sadar bahwa situasi politik selalu dinamis. Selama pendaftaran oleh KPU belum ditutup, segala kemungkinan masih bisa terjadi.

“Munculnya nama Kiai Mujahid ini cukup mengejutkan. Tapi, begitulan politik, selalu ada sesuatu yang mengejutkan,” katanya.

Sementara itu, RP. Mujahid Ansori tidak mau berkomentar banyak terkait kondisi internal PPP. Sebagai kader, dia mengaku siap menerima apapun keputusan partai.

Baca juga :  Akhirnya Mas Kiai Dapat Rekomendasi Maju Pilkada Sumenep 2024

“Opsinya memang, bisa jadi merekomendasi kader menjadi calon bupati atau wakil bupati. Tinggal DPP melihat opsi mana yang paling memungkinkan,” katanya.

Perihal keputusannya maju sebagai bakal calon wakil bupati Pamekasan, Kiai Mujahid mengaku sudah berkomunikasi dengan internal partai.

“Kita tunggu saja keputusan partai yang mungkin sudah tidak lama lagi akan keluar,” kata mantan aktivis PMII itu. (pen)

Berita Terkait

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani
UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:13 WIB

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru