PAMEKASAN || KLIKMADURA – RSUD Waru Pamekasan terus memperkuat layanan kesehatan di wilayah Pantura dengan menambah enam alat kesehatan (alkes) berteknologi tinggi.
Pengadaan enam alkes tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI 2026 dengan total anggaran mencapai sekitar Rp13,93 miliar.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), keenam alkes tersebut saat ini masih dalam proses pengadaan.
Masing-masing pengadaan memiliki nilai anggaran miliaran rupiah dan diperuntukkan menunjang sejumlah layanan medis di RSUD Waru.
Enam alkes tersebut yakni belanja modal alat kedokteran bedah berupa autoclav dengan anggaran Rp2.200.034.069 dan Kode RUP 67251658. Kemudian alat kedokteran umum berupa set endoskopi senilai Rp3.255.177.144 dengan Kode RUP 67365668.
Selanjutnya, alat kedokteran bedah berupa washer disinfector dengan anggaran Rp1.240.050.685 dan Kode RUP 67379482. Ada pula instrumen set bedah senilai Rp4.071.922.636 dengan Kode RUP 67450454.
RSUD Waru juga menganggarkan Rp1.564.615.000 untuk pengadaan peralatan komputer lainnya berupa UPS dengan Kode RUP 67454404. Sementara satu alkes lainnya berupa electrosurgical unit dianggarkan Rp1.599.000.000 dengan Kode RUP 67524529.
Direktur RSUD Waru Pamekasan dr. Nanang Suyanto mengatakan, seluruh peralatan tersebut akan mendukung sejumlah layanan medis yang ada di rumah sakit. Mulai dari kamar operasi, ruang sterilisasi alat, poli penyakit dalam, laboratorium, radiologi, USG, hingga ruang IT dan server.
“Alat-alat itu digunakan untuk beberapa pelayanan. Seperti, Kamar Operasi, Ruang Sterilisasi alat, Poli penyakit dalam, lalu kalau UPS itu untuk ruang Laboratorium, R Radiologi dan USG, Poli Penyakit Dalam, dan Ruang Operasi dan Ruang IT/Server,” ungkap Nanang.
Menurutnya, seluruh pengadaan tersebut menggunakan sumber anggaran DAK Kementerian Kesehatan RI 2026. Saat ini proses pengadaan masih berjalan dan ditargetkan seluruh peralatan dapat terealisasi pada tahun ini.
Nanang mengatakan, penambahan alkes tersebut diharapkan memperkuat kemampuan RSUD Waru dalam menangani pasien, khususnya masyarakat di wilayah Pantura.
Dengan dukungan peralatan yang lebih lengkap, pasien diharapkan tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan pelayanan tertentu.
“Karena kami tidak main-main dalam melayani masyarakat dan pasien. Terlebih ini faskes di Pantura, sehingga apabila alat-alat ini sudah ada maka pasien bisa ditangani dari sini dan bisa segera pulang serta kembali sehat,” terang Nanang.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli mengatakan, pihaknya memastikan perencanaan program dan anggaran.
Termasuk, pengadaan alkes RSUD Waru, telah melalui pembahasan bersama manajemen rumah sakit dalam rapat Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
Menurutnya, pengadaan alkes berteknologi tinggi tersebut harus benar-benar diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat, khususnya warga di wilayah Pantura.
Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan juga perlu berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia agar pelayanan dapat semakin optimal.
“Juga dalam beberapa tahun ke depan, kami berharap RSUD Waru ini bisa naik kelas, sehingga urusan kesehatan masyarakat Pantura selesai di utara, karena dibutuhkan peningkatan alkes dan SDM yang harus berjalan beriringan,” pungkasnya. (enk/nda)














