RS Larasati Diduga Lempar Pasien BPJS ke Praktik Dokter, Diminta Bayar Rp4,5 Juta untuk Suntik Kista

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengendara melintas di depan RS Larasati Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Pengendara melintas di depan RS Larasati Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Rumah Sakit (RS) Larasati Pamekasan kembali jadi sorotan. Hingga kini pihak manajemen belum memberikan klarifikasi atas keluhan pasien BPJS Kesehatan yang mengaku diminta membayar biaya suntik kista jutaan rupiah di luar rumah sakit.

Kasus ini menimpa Parma (59), warga Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar. Padahal, Parma tercatat sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan.

Keluarga mengaku kaget ketika diarahkan pihak RS Larasati untuk melakukan pengecekan sebelum tindakan operasi, tanpa ada pemberitahuan soal biaya tambahan.

Namun, alih-alih gratis sesuai hak peserta BPJS, keluarga Parma justru diminta membayar Rp4,5 juta saat pengecekan dilakukan di tempat praktik dr. Tatik Sulistyowati di Jalan Trunojoyo, Pamekasan.

Baca juga :  Tidak Main-main!! BPJS Kesehatan Pamekasan Ancam Tindak Tegas Faskes Nakal

“Bagaimana saya tahu kalau harus bayar Rp4,5 juta, sedangkan pasien hanya diarahkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” ungkap Saleh, anggota keluarga Parma, Senin (15/9/2025).

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan pihak RS Larasati masih bungkam. Tim bagian IT RS Larasati, Rofi’e, berdalih bahwa klarifikasi harus melalui prosedur resmi.

“Mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan. Perlu bersurat terlebih dulu untuk bertemu direktur,” ujarnya singkat saat ditemui di RS Larasati.

Fakta lain yang menguatkan kecurigaan publik, dr. Tatik Sulistyowati merupakan dokter di RS Larasati yang juga memiliki praktik pribadi di Jalan Trunojoyo.

Baca juga :  Pemkab Pamekasan Klaim Stok Pupuk Cukup Penuhi Kebutuhan Satu Musim Tanam

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya kongkalikong antara rumah sakit dan praktik pribadi dokter tersebut. (ibl/nda)

Berita Terkait

Dua Lokasi Tak Memenuhi Syarat, Dinsos Pamekasan Terus Berburu Lahan Ideal untuk Sekolah Rakyat
Kabar Gembira! BPJS Kesehatan Nonaktif di Pamekasan Kini Bisa Diaktifkan Kembali
Rayakan HUT ke-2, RSIA Puri Bunda Madura Berbagi dengan Anak Yatim dan Siapkan Layanan Bedah Gratis Bagi Pasien BPJS
Pasar Murah Disperindag Pamekasan Sasar Wilayah Pantura, Warga Antusias
Sekda Definitif Resmi Dilantik, Bupati Pamekasan Tegaskan Pentingnya Stabilitas dan Disiplin Birokrasi
Dokter Spesialis Anak RSUD SMART Pamekasan Ungkap Rahasia Imun Anak Kuat dan Tak Mudah Terserang Penyakit
Wali Murid Keluhkan Menu MBG di Dua Sekolah Kecamatan Pademawu, Satgas MBG Diminta Turun Tangan
Besok, Bupati Pamekasan Bakal Lantik Taufikurrachman Jadi Sekda Definitif

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:49 WIB

Dua Lokasi Tak Memenuhi Syarat, Dinsos Pamekasan Terus Berburu Lahan Ideal untuk Sekolah Rakyat

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:59 WIB

Kabar Gembira! BPJS Kesehatan Nonaktif di Pamekasan Kini Bisa Diaktifkan Kembali

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:38 WIB

Rayakan HUT ke-2, RSIA Puri Bunda Madura Berbagi dengan Anak Yatim dan Siapkan Layanan Bedah Gratis Bagi Pasien BPJS

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:34 WIB

Pasar Murah Disperindag Pamekasan Sasar Wilayah Pantura, Warga Antusias

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:35 WIB

Dokter Spesialis Anak RSUD SMART Pamekasan Ungkap Rahasia Imun Anak Kuat dan Tak Mudah Terserang Penyakit

Berita Terbaru

Opini

Control Freak dan Harakiri Kebudayaan

Jumat, 27 Feb 2026 - 02:21 WIB