PAMEKASAN || KLIKMADURA — Program Koperasi Desa Kreatif Mandiri Produktif (KDKMP) di Kabupaten Pamekasan belum berjalan maksimal.
Dari total 189 desa yang menerima program tersebut, hanya enam desa yang hingga kini dinilai aktif menjalankan kegiatan.
Kondisi itu membuat Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan mengambil langkah cepat.
Pemerintah daerah menghadirkan belasan pendamping bisnis untuk memperkuat pencatatan keuangan dan penyusunan proposal usaha di masing-masing desa.
Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Muttaqin menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Koperasi dan UKM RI.
Pemerintah pusat mendorong agar KDKMP mampu mengakses pembiayaan dari bank Himbara setelah melalui tahapan administrasi dan perencanaan yang matang.
Menurutnya, kementerian telah merekrut para pendamping bisnis melalui aplikasi resmi. Para pendamping bertugas membantu koperasi desa dalam penyusunan rencana bisnis, perhitungan kebutuhan modal, dan pencatatan keuangan.
Muttaqin menegaskan bahwa pendampingan di lapangan tentu tidak lepas dari risiko. Namun ia meyakini, dengan adanya tenaga pendamping, koperasi di desa dapat menyusun strategi bisnis yang lebih terarah dan mengurangi potensi kegagalan usaha.
Saat ini terdapat 19 pendamping bisnis yang diterjunkan ke lapangan. Masing-masing pendamping menangani sepuluh desa dan wajib melaporkan hasil perkembangan setiap minggu melalui rapat koordinasi bersama Diskop UKM dan Naker Pamekasan.
“Mereka turun langsung ke lapangan dan setiap minggu menyampaikan laporan perkembangan kepada kami,” ujar mantan Camat Tlanakan itu.
Muttaqin optimistis, dalam beberapa bulan ke depan ratusan KDKMP akan menunjukkan kemajuan signifikan.
Dia berharap semua koperasi desa mampu tumbuh secara mandiri, baik dalam hal permodalan maupun tata kelola keuangan.
“Harus yakin bisa. Semua KDKMP di Pamekasan ke depan harus berjalan,” tuturnya penuh semangat. (enk/nda)














