LP2M Pamekasan Kritisi Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Diduga Politisasi Pendidikan

- Jurnalis

Minggu, 27 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga Pemberdayaan & Pengembangan Masyarakat (LP2M) Pamekasan Heru Budi Prayitno.

Lembaga Pemberdayaan & Pengembangan Masyarakat (LP2M) Pamekasan Heru Budi Prayitno.

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Lembaga Pemberdayaan & Pengembangan Masyarakat (LP2M) Pamekasan ikut mengawal jalannya pesta demokrasi di Jawa Timur. Lembaga yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan itu mendesak calon kepala daerah tidak melakukan politisasi pendidikan.

Desakan tersebut muncul setelah Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diduga melakukan politisi pendidikan. Sebab, pada saat kampanye, kader PDI Perjuangan itu membahas terkait pendidikan gratis.

Ketua LP2M Pamekasan Heru Budi Prayitno mengatakan, beberapa waktu lalu Eri Cahyadi membahas soal pendidikan gratis pada saat kampanye.

Baca juga :  Bawaslu Pamekasan: Money Politic Haram!!

Seharusnya, pendidikan tidak dibawa-bawa dalam politik. Apalagi, pendidikan di Jawa Timur, khususnya di Madura sudah berjalan sangat baik. “Calon kepala daerah jangan sampai melakukan politisasi agama,” katanya.

Heru menyampaikan, di Pamekasan banyak sekali lembaga pendidikan yang dikelola Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Perinciannya, SMA Negeri 9 lembaga, SMK Negeri 7 lembaga, SMA swasta 67 lembaga, SMK swasta 97 lembaga dan SLB 6 lembaga.

Sejak dikelola Pemprov Jatim, banyak prestasi yang diraih lembaga-lembaga tersebut. Jumlah siswa yang berprestasi semakin merata, baik prestasi tingkat provinsi maupun tingkat nasional.

Baca juga :  Kawal Program MBG, PMMKP Gandeng ACCESS Lakukan Penelitian Anak Usia Dini

“Prestasi lembaga juga semakin meningkat seperti sekolah adiwiyata baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional,” kata Heru.

Kemudian, kesejahteraan guru-guru dan tata usaha terutama guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) mendapatkan tunjangan dari Pemprov Jatim.

“Pengelolaan lembaga pendidikan di bawah naungan masing-masing cabang dinas semakin baik dan profesional, bahkan semakin berprestasi,” katanya.

Kemudian, pengelolaan manajemen pendidikan baik data siswa, data guru, data sekolah sejak dikelola Pemprov Jatim semua berbasis IT. Kondisi tersebut menunjukkan keseriusan pengelolaan pendidikann oleh pemerintah provinsi.

Baca juga :  Tanggapi Polemik Mobdin Bupati, Ketua DPRD Pamekasan Pastikan Sesuai Regulasi

“Kebijakan pengelolaan pendidikan SMA dan SMK yang berkualitas seperti program BPOPP sebagai pengganti SPP gratis, berdampak positif terhadap berkurangnya anak-anak putus sekolah usia SMA dan SM di Kabupaten Pamekasan,” tandasnya. (pen)

Berita Terkait

PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta
Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar
Hari Santri Nasional 2026, UIM Perkuat Tradisi Pesantren Lewat Berbagai Kegiatan
Satpol PP dan Damkar Pamekasan Tambah Armada Baru, Anggarkan Rp1,5 Miliar
Disdikbud Pamekasan Rencanakan Perluasan Museum Mandhilaras, Targetkan Realisasi 2027
Tim Gabungan Segel Hotel Putri dan Sejumlah Tempat Hiburan di Pamekasan
Pemkab Pamekasan Berpotensi Dapat Kucuran Anggaran Rp107 Miliar untuk Penanganan Sampah
Disdikbud Pamekasan Apresiasi SDN Kowel 3, Dorong Guru Naik Level Lewat Digitalisasi Pembelajaran

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:42 WIB

PAD Parkir Pamekasan Tembus Rp4,4 Miliar, Target 2026 Masih Kurang Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Hari Santri Nasional 2026, UIM Perkuat Tradisi Pesantren Lewat Berbagai Kegiatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Satpol PP dan Damkar Pamekasan Tambah Armada Baru, Anggarkan Rp1,5 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Disdikbud Pamekasan Rencanakan Perluasan Museum Mandhilaras, Targetkan Realisasi 2027

Berita Terbaru