PAMEKASAN || KLIKMADURA – Tidak sedikit sekolah di Kabupaten Pamekasan yang bangunannya masih kurang memadai, mulai dari tingkat PAUD hingga SMP.
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan mengajukan revitalisasi bangunan sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto, mengatakan terdapat 187 sekolah yang diajukan untuk direvitalisasi ke pemerintah pusat. Rinciannya, 55 sekolah tingkat PAUD/TK, 103 sekolah tingkat SD, dan 29 sekolah tingkat SMP.
“Sudah kami ajukan ke pusat, sekarang tinggal menunggu hasil persetujuannya,” ungkapnya.
Basri menyampaikan, semua tingkat kerusakan diusulkan ke Kemendikdasmen RI, baik kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Menurutnya, total anggaran revitalisasi belum dapat ditentukan karena akan ada tim dari kementerian yang melakukan penilaian teknis.
Selain itu, tingkat kerusakan di masing-masing sekolah juga berbeda. Ada yang mengalami kerusakan berat sehingga memerlukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) khusus, ada pula yang cukup dengan rehabilitasi sedang, dan sebagainya.
“Nanti ada perhitungan teknisnya. Jadi, anggarannya belum bisa ditentukan sekarang,” ucap mantan Kepala Disperindag Pamekasan tersebut.
Basri menegaskan, pihaknya memang membutuhkan revitalisasi untuk 187 sekolah tersebut. Ia berharap seluruh usulan dapat disetujui oleh pemerintah pusat.
“Biasanya keputusan diketahui di awal tahun, tetapi sampai sekarang belum ada perkembangan lebih lanjut. Kalau disetujui semua, tentu akan kami ambil karena tidak mungkin terus-menerus mengandalkan APBD,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Saedy Romli, mengatakan pengawalan terhadap usulan revitalisasi sekolah tersebut harus dilakukan secara maksimal.
“Memang perlu pendekatan ke pusat, terlebih kondisi APBD saat ini seperti ini. Semoga segera disetujui,” pungkasnya. (enk/nda)














