Herman Kusnadi, Pembabat Hutan Mangrove di Pamekasan Ternyata Bukan Orang Sembarangan

- Jurnalis

Kamis, 18 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pembabatan hutan mangrove di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dilakukan oleh bukan orang sembarangan. Dia adalah Herman Kusnadi.

Tim Investigasi Klik Madura
************

ama Herman Kusnadi menjadi perbincangan publik. Sebab, dialah yang melakukan aksi
pembabatan hutan mangrove di pantai selatan Pamekasan.

Tidak tanggung-tanggung, lahan yang rencananya akan digarap itu seluas 4 hektare (ha). Lahan tersebut atas nama pribadi dengan delapan sertifikat hak milik (SHM).

Herman Kusnadi bukan pemilik lahan. Tapi, dia yang “bersih-bersih” hutan mangrove. Atas perintahnya, alat berat beroperasi membabat tanaman bernama latin Rhizophora Mucronata itu.

Baca juga :  Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswi SMPN 2 Pademawu Dilaporkan ke Polisi

Herman Kusnadi bukan orang asing bagi publik Pamekasan. Dia juga bukan orang sembarangan. Pria berbadan tinggi itu birokrat berpengalaman di Kota Gerbang Salam.

Catatan KLIKMADURA, Herman pernah menduduki jabatan penting. Pada 2012 lalu, saat Pamekasan dipimpin Bupati Kholilurrahman, dia dipercaya sebagai pelaksana tugas (plt) sekretaris daerah.

Kala itu, jabatan definitifnya adalah Asisten Bupati Pamekasan bidang pemerintahan. Herman cukup lama menjabat plt sekda. Bahkan, hingga awal masa pemerintahan Achmad Syafi’i.

Jabatan terakhir Herman Kusnadi adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Pada 2017 lalu, dia sempat mengambil formulir pendaftaran sebagai cawabup melalui PPP.

Baca juga :  Aparat Gabungan Siaga Hadapi Ancaman Bencana Alam Hidrometeorologi di Kabupaten Sampang

Dia memang tidak lanjut mengikuti kontestasi politik daerah pada 2018. Tapi, hasrat politiknya terus diwujudkan.

Saat sekarang, Herman Kusnadi memimpin Partai Ummat Pamekasan. Dia juga mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Pamekasan daerah pemilihan (dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Kota dan Kecamatan Tlanakan.

Herman Kusnadi mengakui sebagai kuasa pengelola penggarapan lahan mangrove tersebut. Namun, aktivitas tersebut murni untuk pengembangan usaha.

Aktivitas tersebut tidak ada kaitannya dengan politik. Terlebih, tidak ada kaitan dengan pencalonannya sebagai anggota dewan.

“Tidak ada kaitan dengan politik, murni untuk kegiatan usaha. Maka maklum, namanya juga mau mengembangkan usaha jadi dilakukan bersih-bersih terlebih dahulu,” katanya.

Baca juga :  Kontrak Segera Berakhir, 3.214 PPPK Paruh Waktu di Sampang Harap-Harap Cemas

Herman Kusnadi memastikan bahwa kepemilikan lahan tersebut resmi dan tidak sedang bersengketa. (*)

Berita Terkait

HUT Ke-81 TNI, Ketua DPRD Pamekasan Sebut Tentara Benteng Pertama dan Terakhir Negeri
Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Santri di Batumarmar Pamekasan
HUT Ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Soroti Ancaman Media Sosial terhadap Persatuan
Kontrak Pengelolaan Ekowisata Mangrove Lembung Tak Diperpanjang
UHC Prioritas Ditarget November, Pemkab Pamekasan Kejar Keaktifan Peserta BPJS 80 Persen
Harjad ke-496 Pamekasan Dibuka dengan Pameran Bonsai Nasional, Kelas Bintang Cetak Sejarah di Madura
Kenali Obesitas Bersama Dokter Puskesmas Pademawu Pamekasan, Gejalanya Sering Tak Disadari
Progres Pembangunan SDN Tamberu 2 Pamekasan Capai 90 Persen, November Ditargetkan Rampung

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:33 WIB

HUT Ke-81 TNI, Ketua DPRD Pamekasan Sebut Tentara Benteng Pertama dan Terakhir Negeri

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Santri di Batumarmar Pamekasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Kontrak Pengelolaan Ekowisata Mangrove Lembung Tak Diperpanjang

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:23 WIB

UHC Prioritas Ditarget November, Pemkab Pamekasan Kejar Keaktifan Peserta BPJS 80 Persen

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Harjad ke-496 Pamekasan Dibuka dengan Pameran Bonsai Nasional, Kelas Bintang Cetak Sejarah di Madura

Berita Terbaru